Penulis: Andi, Narasumber: Suparti
Ibu Suparti yang sehari-harinya di panggil bude parti oleh warga sekitar rumahnya adalah sosok perempuan tangguh, mandiri, penuh percaya diri dan merupakan kader PKK dan Posyandu Desa Beringin Agung yang selalu tampil dan hadir dalam kegiatan apapun. Lahir di jawa tengah, tepatnya di Blitar pada 59 tahun silam dan besar di Beringin Agung karena ikut program Transmigrasi orang tuanya. Beliau bergabung dalam kegiatan program Land4lives sejak awal dibentuknya kelompok belajar di desa ini pada awal tahun 2023 lalu hingga sekarang dan salah satu anggota paling aktif dalam setiap kegiatan.Bude Parti dalam kesehariannya disibukkan dengan rutinitas rumah tangga, mengelola usaha warung kecil-kecilan, menanam dan memelihara sayuran di belakang rumahnya serta saat ini sedang membuat berbagai olahan kue kering.
Pada saat menjelang lebaran Idul Fitri tahun 2026 ini, Bude parti kebanjiran orderan kue kering. Salah satu produk olahan kue kering yang sangat digemari oleh pelanggannya adalah kue kuping gajah yang mana dalam pembuatannya menggunakan bubuk coklat hasil olahannya sendiri. Kebetulan di belakang rumahnya tumbuh sekitar 5 batang tanaman kakao dan sudah berbuah. Awalnya saat tanaman kakao dibelakang rumahnya sedang berbuah, oleh pak Edi ( Baca: suami bude parti) hanya dibiarkan membusuk sendiri dibatangnya karena ketidaktahuan bagaimana cara memanfaatkan buah kakao yang telah masak itu. Pada Suatu keempatan, pak Edi berkonsultasi dengan staff ICRAF, bagaimana cara memanfaatkan buah kakao agar bisa mempunyai nilai lebih, karena kalo mau dijual jumlahnya masih sedikit dan tidak adanya pembeli disekitar desanya. Dalam beberapa kali pertemuan, pak Edi dan bude parti mendapat bimbingan mengenai GAP tanaman kakao dan juga bagaimana cara mengolah buah kakao yang telah masak untuk dijadikan produk yang bisa mempuyai nilai lebih.
Pada saat kakaonya berbuah lebat dan ada beberapa yang telah masak, pak Edi dan bude Parti mengikuti saran yang telah disampaikan saat ada bimbingan mengenai pasca panen buah kakao. Buah yang dipetih hanya yang sudah masak sempurna dengan ditandai perubahan warna kulit buah yang awalnya hijau menjadi kuning terang. Lalu buah kakao yang telah dipetik, diambil biji dalamnya dimasukkan dalam keranjang plastik yang bagian bawahnya terdapat lubang-lubang untuk mengeluarkan lendir dari biji kakao. Biji-biji kakao tersebut selanjutnya di fermentasi selama kurang lebih 7 hari untuk meniriskan lendir dan mengeluarkan aroma wangi khas kakao yang terfermentasi. Setelah 7 hari, biji kakao yang telah kering dari selaput lendir itu, selanjutnya dijemur dibawah terik matahari hingga kering patah. Proses penjemuran dilakukan selama 5 hari hingga didapatkan biji kakao kering patah. Selanjutnya biji-biji tersebut di sangrai oleh bude parti dan setelah dirasa cukup lalu di biarkan sampai dingin dan selanjutnya di blender untuk dibuat menjadi bubuk kakao yang sering di sebut bubuk coklat.
Nah, dari bubuk cokelat buatan sendiri inilah yang akhirnya dimanfaatkan sebagai campuran dalam membuat kue kuping gajah untuk memenuhi pesanan dari tetangga sekitar desanya. Selain digunakan sebagai campuran pembuatan kue kuping gajah, bubuk cokelat buatan sendiri ini juga digunakan sebagai campuran dalam membuat kue brownies basah dan kering serta dipakai sendiri untuk campuran dalam membuat kopi sehingga menambah citra rasa kopi semakin nikmat. Dari hasil praktek mandiri mengolah buah kakao menjadi bubuk cokelat siap pakai, semakin menambah semangatnya bude parti bersama suaminya untuk mengurus kebun belajar yang saat ini ditanami dengan tanaman kakao dan kopi. Dari hasil prakteknya mengolah buah kakao menjadi produk yang mempunyai nilai lebih ini menambah keyakinannya bahwa segala sesuatunya jika ditekuni bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya meskipun awalnya hanya sebatas mencoba saja. Saat ini walaupun hanya memiliki beberapa batang saja tanaman kakao yang sudah menghasilkan, namun Bude parti bersama suaminya terus semangat memelihara dan memanfaatkan buah kakaonya untuk dijadikan sesuatu produk yang memiliki nilai lebih, sehingga yang awalnya hanya terbengkalai namun saat ini sudah bisa terberdaya.
