Bentang lahan, atau bisa juga disebut landscape atau lanskap, merupakan sistem yang saling terkait di mana berbagai elemen seperti hutan, pertanian, perairan, dan pemukiman manusia saling bergantung satu sama lain. Bentang lahan juga menggambarkan karakteristik fisik dan geografis suatu wilayah serta jenis vegetasi dan iklim yang khas untuk wilayah tersebut. Tantangan yang dihadapi di masing-masing bentang lahan bermacam-macam sehingga cara mengelolanya pun perlu dirancang dengan baik. Sebagai sebuah visi, mewujudkan bentang lahan yang berkelanjutan merupakan upaya bersama berbagai pihak.
Dalam lanskap yang berubah, peran perencacnaan lanskap menjadi semakin penting. Rencana Pengelolaan (Management Plan) hadir sebagai panduan strategis, sebuah cetak biru yang mengarahkan alokasi ruang di tingkat meso, di dalam sub-bentang lahan yang kita kelola. Management plan juga meliputi visi bersama, diterjemahkan menjadi unit perencanaan yang inklusif di mana setiap alokasi ruangnya terkandung strategi pengelolaan yang disepakati bersama oleh berbagai pihak.
Sejalan dengan Management Plan, dari tingkat tapak TP2CI hadir sebagai salah satu upaya untuk menyediakan contoh praktik-praktik baik pengelolaan lahan cerdas iklim yang telah dicoba, yang harapannya dapat direplikasi di konteks yang lebih luas.
Lebih lanjut, Anda dapat membaca Taklimat rencana pengelolaan di tingkat sub-lanskap sebagai salah satu acuan dalam pengembangan TP2CI.
