Ibu Novi Tloen, merupakan salah satu petani pelopor dari TP2CI SL71 Noebeba dari Desa Oepliki. Mengikuti Land4Lives sejak tahun 2025, dan bergabung di Kelompok Belajar Oepliki B sub 4 bersama Jekson Liubana dan anggota kelompok lainnya. Ibu Novi Tloen sangat rajin dan terlibat aktif dalam mengikuti setiap pelatihan yang diberikan dari project Land4Lives.
Bermacam-macam materi pelatihan yang diberikan, beliau sangat tertarik pada praktik kebun dapur B2SA untuk mencukupi gizi keluarga. Tidak hanya aktif bertanya pada saat pelatihan, ibu Novi langsung menerapkan teori yang diperoleh untuk mengelola kebun dapur di depan rumahnya. Tiga musim tanam terakhir, Ibu Novi mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga yang mulai dirasakan. Praktik membalik tanah sebelum tanam, menggunakan pupuk organik sebagai sumber unsur hara tanaman, rotasi tanaman dan pembersihan lahan tanpa bakar, membuat beliau sadar bahwa cara bertani yang selama ini dilakukan, sudah merusak tanah dan lingkungan serta menghasilkan sayuran yang tidak sehat bagi keluarganya.
Ibu Novi Tloen, merupakan contoh nyata bahwa pengetahuan dan kemauan untuk belajar dapat membawa perubahan positif bagi keluarga. Menurut ibu Novi, perubahan yang dirasakan cukup banyak, seperti hasil panen yang meningkat dari biasanya, sehingga tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, beliau juga bisa membawa hasil panen dari kebun untuk dijual dipasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi keluarganya.
“Hasil panen yang saya dapatkan dari kebun dapur ini cukup meningkat dari biasanya, salah satunya saya piker karena penggunaan pupuk organik, selain untuk dijadikan sumber pangan bagi keluarga, setiap hari senin saya juga bisa membawa hasil panen ke pasar untuk dijual” ungkap ibu Novi.
Perubahan yang dirasakan ibu Novi tidak hanya dari kuantitas saja, secara kualitas hasil panen sayuran dari kebun milik ibu Novi juga ada perubahan.
“Orang bilang kalau masak dari hasil kebun saya, rasanya tidak pahit, rasanya segar dan enak. Itu tidak satu dua orang saja yang bilang, banyak yang bilang hasil panen sekarang lebih enak, termasuk keluarga saya. Saya berfikir ini pengaruh dari tidak menggunakan bahan kimia seperti pupuk ataupun pestisida. Dulu waktu masih menggunakan pupuk kimia, rasa sayurnya memang pahit, saya rasa begitu” tuturnya.
Bagi ibu Novi, pengalaman dari hasil belajar teori dan praktik selama mengikuti pelatihan dari project Land4Lives telah membuka wawasan tentang cara bertani yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Beliau merasa menyesal, karena tidak terlibat sejak awal bersama Kelompok Belajar di desanya, karena menurutnya manfaat yang dirasakan sangat besar dan akan rugi jika tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun penyesalan itu tidak mengurangi semangatnya untuk terus menerapkan praktik-praktik yang telah didapatkan dari hasil pelatihan.
Ke depan, ibu Novi berharap agar pengalaman baik yang dia rasakan tidak berhenti pada dirinya saja. Ia ingin ilmu tersebut dapat disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat lainnya, agar semakin banyak petani yang merasakan dampak baik dari pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan seperti dirinya.
Kisah ibu Novi ini menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil. Berawal dari rasa penasaran dan kemauan untuk belajar, Ia dapat menghasilkan pangan yang sehat bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya, serta hasil panen yang berlebih dapat meningkatkan pendapatan ekonomi baginya.
