Di Desa Oekam, Kecamatan Noebeba, Kabupaten Timor Tengah Selatan, umumnya pisang dijual dalam bentuk mentah. Kondisi ini berbeda setelah Mama Oktofia Timaubas menjadi anggota kelompok usaha dan mengikuti pelatihan tentang pembuatan keripik pisang dan singkong sejak tahun 2024 lalu.
Mama Oktofia tinggal di Dusun I Desa Oeekam. Lokasi rumahnya berjarak sekitar 100 meter saja ke komplek sekolah SD, SMP dan SMA. Sebelum menjadi anggota kelompok usaha, aktivitas harian Mama Oktavia adalah melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga, juga membantu suami di kebun. Sebagai ibu rumah tanggan, Mama Oktofia biasanya mendapatkan uang dari hasil penjualan ternak dan komoditi pertanian/ perkebunan, termasuk pisang. Itupun tidak setiap hari.
Setelah Mama Oktofia membuat dan menjual keripik pisang dan singkong, ia akhirnya memiliki sumber pendapatan baru pada setiap hari sekolah. Produk olahan yang dibuat dan dijual adalah keripik pisang gula lontar, keripik pisang rasa original, keripik pisang pedas, keripik ubi rasa original, keripik ubi pedas, dan keripik ubi manis.
Harga keripik berkisar antara Rp.2.000-10.000 per bungkus. Total keripik yang terjual setiap hari lebih dari 50 bungkus, dengan total penerimaan mencapai Rp.200.000. Keuntungan bersih yang diperoleh Mama Oktofia setiap hari rata-rata adalah Rp.50.000.
