Kelompok Usaha Eon Mathonis yang terletak di Desa Neke, Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), merupakan salah satu kelompok usaha yang pembentukannya difasilitasi oleh ICRAF melalui program Land4Lives. Kelompok usaha ini dipimpin oleh Mama Debri Puai dan terdiri dari 29 anggota, semuanya perempuan. Mayoritas anggota kelompok ini adalah ibu rumah tangga yang juga bekerja sebagai petani.
Produk yang dipilih untuk dikembangkan oleh Kelompok Eon Mathonis adalah produk turunan dari komoditas pisang dan singkong. Pemilihan jenis usaha ini didasarkan pada hasil identifikasi awal mengenai potensi desa, di mana pisang dan singkong merupakan komoditas unggulan di Desa Neke. Hal ini semakin diperkuat oleh hasil diskusi terbatas yang dihadiri oleh perwakilan petani, anggota kelompok tani, serta pemerintah Desa Neke pada tanggal 28 Desember 2023.
Harapannya, pengembangan usaha ini dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota Kelompok Usaha Eon Mathonis, tetapi juga bagi petani pisang dan singkong lainnya di Desa Neke yang dapat berperan sebagai pemasok bahan baku utama keripik. Bahkan, jika permintaan pasar semakin meningkat, tidak tertutup kemungkinan kegiatan usaha ini akan memberikan manfaat bagi desa-desa sekitar yang juga merupakan penghasil pisang dan singkong.
Selama ini, komoditas pisang dan singkong hanya dipasarkan dalam bentuk segar. Saat panen raya terjadi, harga pisang dan singkong cenderung turun di pasaran. Dengan adanya pemrosesan komoditas segar menjadi keripik, hal ini tidak hanya dapat meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga dapat memperpanjang umur simpan komoditas tersebut.
ICRAF telah melaksanakan serangkaian kegiatan penguatan kapasitas, baik dalam pengelolaan usaha dan kelompok maupun dalam perbaikan kuantitas dan kualitas produk. Tujuannya adalah untuk menjamin keberlanjutan usaha serta memastikan bahwa produk yang dihasilkan dapat diterima oleh pasar.
Pada saat ini, kelompok usaha Eon Mathonis secara rutin melakukan produksi setiap hari Jumat. Keripik pisang dan singkong tersedia dalam berbagai varian rasa. Untuk keripik pisang tersedia varian rasa original, gula lontar, asin, karamel dan balado, sedangkan untuk keripik singkong tersedia rasa bawang dan balado. Pembuatan keripik dalam berbagai varian rasa ini sesuai dengan hasil identifikasi cita rasa yang sedang populer di kalangan konsumen saat ini. Untuk menyasar target konsumen yang berbeda, disediakan pula keripik dalam berbagai jenis kemasan yang nantinya akan memengaruhi harga jual. Untuk keripik pisang maupun singkong, kemasan 50 gram dipasarkan dengan harga Rp5.000/bungkus, dengan kelompok sasaran penjualan berupa anak sekolah. Sedangkan kemasan 100 gram yang dipasarkan dengan harga Rp 10.000/bungkus dan kemasan 200 gram yang dipasarkan dengan harga Rp 15.000/bungkus menyasar kelompok konsumen usia dewasa.
Saat ini, kelompok usaha Eon Mathonis memanfaatkan beberapa saluran pemasaran, di antaranya adalah:
Sejak menerima pelatihan mengenai pengolahan produk turunan pisang dan singkong pada pertengahan tahun 2024, kelompok usaha Eon Mathonis telah memproduksi dan mampu menjual ratusan bungkus keripik singkong melalui berbagai saluran pemasaran yang tersedia saat ini.
Dalam waktu dekat, dengan fasilitasi dan dukungan dari dinas terkait di Kabupaten TTS, jangkauan pemasaran keripik pisang dan singkong dapat diperluas dengan diperolehnya perizinan P-IRT dan label halal. Toko oleh-oleh maupun retailer modern akan menjadi saluran pemasaran berikutnya. Rencana dukungan dari Pemerintah Desa Neke berupa pembangunan rumah produksi tetap dan penambahan sarana produksi yang ada saat ini juga akan meningkatkan kapasitas produksi. Peluang peningkatan produksi lainnya yang sedang dijajaki adalah pendaftaran kelompok Eon Mathonis sebagai salah satu kandidat penerima bantuan peralatan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UMKM Kabupaten TTS.
