TP2CI di Sumatera Selatan
Sumatera Selatan memiliki karakteristik biofisik dengan fokus utama pada ekosistem lahan basah (terutama gambut) dan hutan hujan, dengan insiden kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tinggi menjadi tantangan iklim paling besar. Selain itu, besarnya emisi yang dihasilkan dari kerusakan lahan gambut juga menjadi perhatian khusus, terutama yang dihasilkan dari konversi penggunaan lahan. Karena pentingnya isu gambut dan hutan, upaya mitigasi menjadi sorotan utama.
Saat ini, TP2CI di Sumatera Selatan terletak di dua bentang lahan yang berbeda, yaitu kesatuan pengelolaan hutan (UPTD KPH Wilayah II Lalan Mendis) di Kabupaten Musi Banyuasin dan kesatuan hidrologis gambut (KHG Saleh Sugihan) di Kabupaten Banyuasin.
Di level tapak, upaya-upaya cerdas iklim di Sumatera Selatan yang didorong, di antaranya:
- pengembangan model agroforestri yang terintegrasi
- pengkayaan pohon di lahan monokultur
- menerapkan praktik pembukaan lahan tanpa bakar (zero burning)
- pemanfaatan limbah pertanian untuk biochar
- penerapan sistem budi daya yang toleran terhadap rendaman air.
- Pengembangan kebun dapur pekarangan, budi daya ikan air tawar, dan rumah benih tanaman sayuran untuk ketahanan pangan dan gizi
- Pemanfaatan bahan organik di sekitar untuk pupuk dan pestisida nabati
- Budi daya ikan air tawar
Saat ini, TP2CI di Sumatera Selatan terletak di
- Your cart is empty Browse Shop
