Kisah inspiratif Mbah Harjo: Si Pengrajin Arang Sekam dan Asap Cair
Mbah Harjo (71 tahun) ,usia yang tidak muda lagi namun semangat bekerja yang tak pernah surut,berasal dari Desa Ganesha Mukti dan berprofesi sebagai petani di wilayah KHG (Kawasan Hidrologi Gambut)bergabung menjadi anggota kelompok belajar Land4lives ( L4L) pada tahun 2023.
Desa Ganesha Mukti merupakan lumbung padi yang berada pada Kawasan hidrologi gambut,permasalahan yang sering dihadapi petani adalah kadar PH tanah yang asam sehingga membutuhkan biaya yang terbilang tidak sedikit seperti pembelian Dolomite atau KAPTAN (Kapur pertanian).
Sekam padi sangat melimpah dan tidak termanfaatkan secara baik pada musim panen padi,Mbah Harjo menangkap peluang untuk membuat arang sekam,dari hasil peltihan yang diperoleh bahwa arang sekam dapat menaikan PH tanah.Dengan alat sederhana mbah Harjo membuat tungku pembakaran yang di modifikasi pipa besi untuk pembuangan asap.
Dari proses pembuatan arang sekam ada dua produk yang di hasilkan yaitu arang sekam dan asap cair,selain digunakan untuk kebutuhan di lahan sendiri produk tersebut juga dijual untuk umum dengan kisaran harga untuk arang sekam per karung Rp.50.000 dan asap cair per liter berkisar Rp.15,000-20,0000 per liter nya.
Manfaat yang dialami selain mendapatkan tambahan penghasilan dari menjual produk,mengurangi biaya untuk pengadaan Dolomite dan pestisida kimia karena mulai menggunakan asap cair sebagai pestisida nabati (PESNAB).
Dengan menggunakan arang sekam dan asap cair sudah berupaya mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida kimia,tentu nya dengan dua produk tadi sudah melakukan pertanian ramah lingkungan.
