Memulai sebuah usaha tidaklah mudah. Apalagi dilakukan secara bersama-sama dalam sebuah kelompok usaha. Ini dialami Ibu Trisnawati, seorang ibu rumah tangga yang juga adalah istri Kepala Desa Hoi di Kecamatan Oenino, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Trisnawati juga sebagai Ketua Kelompok Usaha Hidup Oleh Iman Desa Hoi.
Berawal dari pelatihan pengolahan produk turunan pada tahun 2024 lalu, Ibu Trisnawati bersama-sama dengan beberapa anggotanya mulai merintis usaha olahan pangan. Produk turunan yang dihasilkan adalah aneka keripik pisang, singkong, kacang telur, kacang bawang, kacang disco, jagung goreng, serta bubuk instan jahe, kunyit, dan temulawak. Awalnya hasil produksi mereka dijual di pasar lokal seperti ditiipkan di kios-kios, di sekolah-sekolah, dan di berbagai event kegiatan di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, bahkan provinsi.
Bahkan Ibu Trisnawati pernah diutus oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan bersama dengan tiga kelompok usaha lain mengikuti Pameran Produk Olahan Pangan Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Timor Tengah Utara. Ibu Trisnawati dan timnya berhasil meraih juara lima pada kegiatan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, usaha Ibu Trisnawati dan anggotanya makin dikenal. Pihak lain pun ikut terlibat mengembangkan bisnis olahan pangan Ibu Trisnawati dan anggotanya. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Timor Tengah Selatan bekerja sama dengan Dinas Perdustrian dan Perdagangan Provinsi NTT memfasilitasi hingga terbitnya nomor induk berusaha (NIB), nomor pangan industri rumah tangga (PIRT), dan sertifikat halal untuk 13 produk olahan pangan pada tahun 2025.
Produk-produk olahan Ibu Trisnawati akhirnya dipesan oleh berbagai pelanggan. Pemilik Toko Mubatar Soe adalah salah satu pelanggannya. Di kalangan birokrat, beberapa kepala dinas yakni Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PPK dan UMKM, dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan juga menjadi pelanggan produk dari Ibu Trisnawati. Camat Oenino bahkan menjadikan produk olahan Ibu Trisnawati menjadi menu utama pada forum rapat koordinasi setiap bulan di Kantor Camat Oenino.Di lingkungan perbankan, Kepala Unit BRI Niki-Niki adalah salah satu pelanggan setia. Hampir setiap bulan, Ibu Trisnawati diminta mengantarkan produknya ke kantor BRI Unit Niki-Niki. Lebih dari itu, produk usaha Ibu Trisnawati bahkan dipesan oleh tamu dari luar negeri (korea) saat kegiatan keagamaan.
Apa yang dialami Ibu Trisnawati memberikan pelajaran bahwa kemauan dan potensi desa membuka peluang usaha. Pengolahan produk pertanian dapat meningkatkan nilai ekonomi hingga berdampak pada peningkatan pendapatan keluarga.
