Bagi Bapak Yeremias Pay, lahan mamar bukan sekadar warisan yang harus dipertahankan, tetapi juga aset yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dahulu, lahan mamar yang dimilikinya hanya dimanfaatkan secara sederhana dan belum memberikan hasil yang optimal. Berbagai tanaman tumbuh secara alami, namun pengelolaannya belum terarah sehingga nilai ekonominya masih terbatas.
Melihat potensi yang ada, Bapak Yeremias mulai tertarik menerapkan sistem agroforestri dengan menjadikan kopi sebagai komoditas utama. Melalui pendampingan dan proses belajar yang berkelanjutan, ia mulai menata lahannya dengan menanam kopi berdampingan dengan berbagai jenis pohon dan tanaman lainnya yang sudah ada di kawasan mamar. Baginya, sistem ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjaga fungsi lingkungan dan keberlanjutan lahan untuk jangka panjang.
Perubahan tersebut perlahan mulai menunjukkan hasil. Tanaman kopi tumbuh dengan baik di bawah naungan pepohonan yang ada, menciptakan lingkungan yang lebih sejuk dan mendukung pertumbuhan tanaman. Selain itu, keberadaan berbagai jenis tanaman dalam satu lahan membantu menjaga kelembapan tanah, mengurangi risiko erosi, serta meningkatkan keanekaragaman hayati di sekitar kebun.
Tidak berhenti pada budidaya kopi, Bapak Yeremias juga melihat peluang lain yang dapat dikembangkan. Ia mulai belajar membuat pembibitan kopi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan bibit di lahannya sendiri. Seiring waktu, kemampuan tersebut berkembang hingga mampu menghasilkan bibit kopi berkualitas yang diminati oleh petani lain di desa. Dari kegiatan pembibitan ini, ia melihat adanya peluang usaha tambahan yang dapat memberikan pendapatan baru bagi keluarga.
Menurut Bapak Yeremias, keberhasilan usaha tani tidak hanya ditentukan oleh hasil panen saat ini, tetapi juga oleh kemampuan mempersiapkan kebutuhan di masa depan. Dengan memproduksi bibit sendiri, ia dapat memastikan ketersediaan tanaman berkualitas sekaligus mengurangi biaya pembelian bibit dari luar daerah. Pengalaman tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa kopi memiliki prospek yang menjanjikan apabila dikelola dengan baik sejak tahap pembibitan hingga pemasaran hasil panen.
Kini, lahan mamar milik Bapak Yeremias telah berubah menjadi kebun agroforestri kopi yang lebih produktif dan bernilai ekonomi. Selain memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga, sistem yang diterapkannya juga membantu menjaga kelestarian lingkungan. Pepohonan tetap terjaga, tanah lebih subur, dan lahan menjadi lebih tahan terhadap dampak cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.
Kisah Bapak Yeremias Pay menunjukkan bahwa pengelolaan lahan yang tepat dapat menghadirkan manfaat ganda, yaitu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Dari sebuah mamar yang dahulu dikelola secara sederhana, kini tumbuh harapan baru melalui agroforestri kopi yang menjanjikan bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
