Pak Edi wagimin yang berprofesi sebagai petani kelapa tertarik dan bergabung dalam kelompok belajar land4lives yang bernama “ Beringin Agung II”. Dalam kesehariannya pak edi mempunyai aktivitas rutin yakni mencari pakan ternak untuk menghidupi ternak kambingnya yang berjumlah 8 ekor. Pak Edi berdomisili di Desa Beringin Agung blok F, dusun 2 dan saat ini di percaya menjabat sebagai ketua RT di lingkungannya.
Kapan mulai bergabung, mengikuti atau terlibat kegiatan L4L?
Asal muasal pak edi bergabung dalam kegiatan Land4lives ini karena ajakan dari istrinya yang pada saat itu mengikuti kegiatan penyiapan lokasi untuk membuat pembibitan pada awal kegiatan land4lives yakni tahun 2023 yang lalu. Setelah mengikuti beberapa kali pelatihan dan praktek yang dilakukan oleh team ICRAF, akhirnya pak Edi tertarik juga kebunnya dijadikan sebagai tempat belajar bersama dalam mengembangkan kebun campur antara kelapa dengan kopi dan kakao.
Dalam proses yang dilalui saat mengembangkan kebun belajar ini, tantangan yang dihadapi oleh pak Edi adalah lokasi lahan kelapanya yang cenderung tergenang di beberapa titik sehingga perlu mendalamkan sedikit parit cacing yang tujuannya untuk memperlancar aliran air yang menggenangi lokasi kebunya saat hujan deras maupun air pasang tinggi. Selain itu pada lokasi titik tanam kopi maupun kakao, tanahnya di buat gundukan setinggi kurang lebih 50 cm dengan tujuan agar bibit yang baru ditanam tidak mati karena genangan air. Untuk kopi yang ditanam dikebun belajar ini merupakan bibit hasil semaian sendiri yang diperoleh dari pohon milik tetangganya yang pada saat berbuah telah dipilih buah yang ukurannya besar dan matang di pohon. Tidak hanya bibit kopi, untuk bibit kakao juga hasil dari membuat sendiri karena bibit yang di support dari program land4lives ada beberapa yang mati dan jumlahnya tidak mencukupi dari total yang rencana mau di tanam. Dengan arahan dari team lapangan, pak Edi berhasil membuat bibit kakao sendiri yang bijinya diambil dari buah yang sudah matang dipohon kakao miliknya.
Untuk bibit kakao memang ditanam dari bibit seedling yang dikembangkan sendiri dari biji, namun nanti jika pertumbuhannya sudah normal rencana akan dilakukan penyambungan dengan menggunakan entres yang buahnya lebih bagus dan beragam.
Selama mengikuti program land4lives khususnya dalam membangun kebun belajar, pak edi telah merasakan manfaat yang selama ini tidak diketahuinya, yakni cara menanam tanaman pada Lokasi yang rawan tergenang, bisa membuat bibit kopi dan kakao secara mandiri dan telah mengetahui jarak tanam yang digunakan untuk menanam kopi dan kakao. Selain itu Pak edi juga mengetahui cara merawat tanaman kopi dan kakao khususnya cara memangkas tanaman agar tidak tumbuh meninggi dan hasilnya lebih maksimal.
Alasan yang mendasari ketertarikan pak edi terhadap pilihan tanaman kopi dan kakao untuk ditanam di sela-sela barisan kelapa adalah karena kedua komoditi ini lebih cocok untuk ditanam dibawah tegakan pohon kelapa. Kopi dan kakao sama-sama tanaman yang membutuhkan penaung sebantak 25-30 % untuk pertumbuhan dan produksinya, dan juga merupakan tanaman tahunan yang tahan terhadap kekeringan maupun hujan yang terus menerus.
Saat ditanya kenapa tertarik memilih kopi dan kakao untuk ditanam dibawah kelapa, beliau menjelaskan ” saya punya 1 pohon kakao dibelakang rumah, saat ini sudah berbuah dan setiap berbuah cukup banyak, tidak pernah di pupuk tetapi masih selalu berbuah, pernah sekali kena banjir tetapi tanaman kakao saya tidak mati” begitu dia sampaikan alasan ketertarikkannya ingin mencoba mengembangkan komoditas ini.
