Oleh: Iskak Nugky Ismawan
Cenrana merupakan kecamatan yang berada di pesisir wilayah kabupaten Bone dan merupakan wilayah perairan di dominasi tambak dan persawahan terutama desa Pallime dan desa pusungnge yang merupakan pusat budidaya rumput laut dan kepiting. Cenrana termasuk dalam wilayah DAS Walane, transportasi umum yang digunakan adalah taxi air.
Pasang surut air berpengaruh terhadap aktivitas keseharian masyarakat,Sepanjang jalur sungai banyak sekali dijumpai material yang terbawa arus pasang surut seperti ranting, kayu dan tanaman eceng gondok.Perkembangan eceng gondok sangat cepat pada titik-titik genangan dan tanaman tersangkut pada rumput atau ranting.
Keberadaan enceng gondok yang semakin meluas membawa dampak buruk terhadap lingkungan seperti meyempitnya jalur lintasan,rumah bagi satwa liar ular dan buaya.namun menjadi surga nya kepiting,eceng gondok yang terkena air asin akan mati dan melapuk dari hasil pelapukan akan tumbuh mikroorganisme yang menjadi sumber protein tinggi bagi kepiting, namun sebagaian besar masyrakat belum tahu dampak positif keberadaan eceng gondok.
CIFOR-ICRAF dalam Proyek Land4lives melakukan pendampingan dari wilayah pegunungan sampai dengan wilayah pesisir di Cenrana,Desa Pallime dan Pusungnge sebagai desa percontohan,kegiatan yang dilakukan adalah pendampingan CSA Tambak belajar Cerdas Iklim pembuatan pakan ikan mandiri,kebun dapur dan pembuatan POC untuk tanaman dan tambak.
Desa Pallime dan Pusungnge merupakan wilayah tambak polikultur di mana satu tambak ada beberapa jenis budidaya yang bersamaan seperti Sango-sango ( rumput laut),udang,kepiting dan Ikan bandeng,Sango-sango merupakan sejenis rumput laut yang hidup ditambak menjadi penghasilan jangka pendek karena dipanen setiap bulan,udang di panen pada umur 3-4 bulan setelah tebar,kepiting dipanen pada umur 4-8 bulan setelah tebar sedangkan ikan bandeng di panen pada umur 4-6 bulan setelah tebar.
Secara tradisional petani tambak tidak pernah memberikan pakan tambahan atau hanya mengandalkan dari alam,namun ada beberpa perlakuan untuk menigkatkan hasil seperti pemberian pupuk kimia pada saat pengeringan, racun kontak untuk memusnahkan Binatang yang bukan budiaya,pengapuran dan pemberian larutan dari pabrik yang bertujuan untuk memacu perrtumbuhan sango-sango.Larutan perangsang tumbuh dibeli dengan harga 30.000-50.000 perliter nya dengan aplikasi rentan waktu 1-2 minggu.penggunaan yang berlangsung lama menurunkan prosuksi sango-sango dan pertumbuhan kepiting terganggu.
CIFOR-ICRAF pada project Land4 lives menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair berbahan eceng gondok untuk tambak,kegiatan ini di ikuti oleh laki-laki dan perempuan serta pemerintah Desa Pusungnge.pelatihan ini bertujuan untuk memeberi pemahaman mengelola tambak ramah lingkungan yang cerdas iklim dan inklusif gender, di mana aktivitas pengelolaan tambak dapat dilakukan secara Bersama-sama baik laki-laki dan perempuan.kegiatan dilakukan dalam sehari dengan diskusi interaktif dan pemaparan materi kemudian disusul dengan praktik pembuatan POC.
Setelah pupuk eceng gondok siap pakai,Pak Sudarman memberanikan diri untuk ujicoba di tambak nya,setiap minggu menuang cairan POC secara merata di areal tambak nya,aplikasi pupuk cair dilakukan setiap satu minggu sekali terutama minggu pertama setelah tebar sampai 1 minggu sebelum panen.
Pak Sudarman menuturkan “Setelah menggunakan poc eceng gondok produksi sango-sango nya meningkat di banding hasil panen sebelum menggunakan POC eceng gondok”.
Panen sebelum menggunaan POC mendapatkan 1,8 ton dan setelah menggunakan POC naik menjadi 2 ton,panjang sango-sango lebih panjang dari sebelumnya serta warna nya lebih hijau, selain itu kepiting pun tidak mengalami tanda-tanda stress, pengaplikasian biasa dilakukan pagi atau sore hari.
Sebelum menggunakan POC eceng gondok para petambak membeli pupuk pabrikan dengan harga 30,000-50,000 per liter,untuk pertumbuhan sanggo-sango cukup bagus namun untuk kepiting menunjukan hasil yang kurang baik, namun masyrakat tetap menggunakan karena belum menemukan pupuk yang ramah lingkungan untuk tambak polikultur.
Saat ini PoC eceng gondok secara bertahap dikembangkan minimal untuk kebutuhan sendiri atau masyrakat setempat,namun sangat potensi untuk menjadi peluang bisnis apabila rutin dilakukan pengamatan dan inovasi komposisi.ketergantungn dengan pupuk pabrikan bertahap akan beralih menggunakan pupuk organik eceng gondok yang lebih ramah lingkungan.
Kebutuhan untuk menuju ke puang bisnis adalah perijiana dan desain produk yang menarik serta konistensi dalam memproduksi pupuk tersebut, secara bahan tersedia melilpah dan mudah ditemukan.
