Bagi Mama Welmince Lake, kebun dapur yang berada di samping rumah awalnya hanya dibuat untuk memenuhi kebutuhan sayur kelompok sehari-hari. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tersedia, ia menanam berbagai jenis sayuran agar keluarga dapat menikmati makanan yang segar dan bergizi tanpa harus selalu membeli dari pasar. Namun, seiring berjalannya waktu, kebun sederhana tersebut berkembang menjadi sumber pendapatan tambahan yang membantu perekonomian kelompok dan keluarganya.
Berawal dari semangat untuk menyediakan pangan sehat bagi keluarga, Mama Welmince rutin menanam berbagai jenis sayuran seperti kangkung, sawi, brokoli, tomat, cabai, dan beberapa tanaman lainnya. Ia merawat tanaman dengan penuh ketelatenan serta memanfaatkan pupuk organik yang dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah. Perawatan yang konsisten membuat hasil kebunnya semakin baik dan produksi sayuran dapat berlangsung hampir sepanjang tahun.
Perubahan mulai terasa ketika kebutuhan sayuran untuk kegiatan desa, khususnya Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT), terus meningkat. Sayuran segar yang dihasilkan dari kebun Mama Welmince dinilai berkualitas baik dan mudah diperoleh karena ditanam langsung di desa. Kesempatan tersebut membuka peluang baru yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. Hasil panen yang awalnya hanya untuk konsumsi kelompok dan keluarga kini mulai dibeli untuk mendukung kegiatan PMT dan kebutuhan masyarakat sekitar.
Pendapatan dari penjualan sayuran memang tidak datang sekaligus dalam jumlah besar, tetapi mampu memberikan tambahan yang berarti bagi kebutuhan rumah tangga. Selain membantu ekonomi keluarga, keberhasilan tersebut juga meningkatkan rasa percaya diri Mama Welmince. Ia menyadari bahwa pekarangan rumah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Menurut Mama Welmince, kebun dapur memberikan banyak manfaat yang saling berkaitan. Keluarga dapat mengonsumsi sayuran segar setiap hari, pengeluaran untuk membeli bahan pangan berkurang, dan hasil panen yang berlebih dapat dijual untuk menambah pendapatan. Dengan demikian, kebun tidak hanya berperan dalam menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga.
Kini, kebun dapur milik Mama Welmince menjadi inspirasi bagi mama-mama lain di Desa Kualeu. Banyak yang mulai tertarik memanfaatkan pekarangan rumah setelah melihat manfaat nyata yang diperolehnya. Melalui pengalaman tersebut, Mama Welmince membuktikan bahwa perempuan desa memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
Kisah Mama Welmince menunjukkan bahwa perubahan besar dapat berawal dari langkah sederhana. Dari sebuah kebun kecil di samping rumah, tumbuh bukan hanya sayuran segar, tetapi juga peluang usaha, kemandirian keluarga, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
