Mollo Benain: Pusat belajar tanaman pangan lokal, hortikultura, dan kopi dalam kawasan hutan untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi rumah tangga

Tentang Mollo Benain

Mollo Benain terletak di bagian tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, mencakup sebagian besar Kecamatan Mollo Utara dan Mollo Tengah. Wilayah seluas 14.741 ha ini merupakan bagian hulu dari sub-sub DAS Benain, memiliki proporsi kawasan hutan sebesar 30% dan sebagian besar lainnya (APL) menjadi rumah bagi 20 desa yang bergantung pada pertanian jagung, padi sawah, hortikultura, dan umbi-umbian.

Dengan kekayaan alam yang melimpah, wilayah yang relatif sejuk ini masih menyimpan potensi yang belum dikelola sepenuhnya secara lestari, misalnya sistem lahan kebun campuran. Mollo Benain menghadapi berbagai isu strategis, di antaranya:

  • praktik pertanian yang belum berkelanjutan, bertumpu pada praktik tebas bakar dan ladang berpindah
  • sebagian wilayah berada pada zona dengan risiko kekeringan dan longsor, sehingga rentan terhadap musim hujan dan kemarau yang ekstrem
  • penggembalaan ternak tanpa pengendalian cukup memengaruhi proses regenerasi alami tutupan lahan
  • rendahnya tingkat kesejahteraan, dengan isu kemiskinan dan tingginya angka stunting

Untuk mewujuakan visi bentang lahan Mollo Benain yang terkelola secara berkelanjutan, lanskap ini memiliki beberapa strategi, yaitu:

  • konservasi tanah dan air
  • pemanfaatan kawasan hutan melalui perhutanan sosial
  • penguatan produksi dan rantai nilai pertanian dan peternakan
  • penguatan pangan keluarga

Strategi dan Target
Konservasi Tanah dan Air

STRATEGI-1

Konservasi Tanah dan Air

Wilayah Mollo Benain rentan terjadi kekeringan dan longsor. Konservasi tanah dan air dapat membantu meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap ancaman tersebut.
Konservasi
Restorasi
Konservasi Tanah Air

STRATEGI-2

Pemanfaatan Kawasan Hutan melalui Perhutanan Sosial

Potensi kawasan hutan di Mollo Benain memungkinkan untuk dimanfaatkan menjadi arrea perhutanan sosial. Adanya pemanfaatan kawasan hutan dengan perhutanan sosial dapat meningkatkan penghidupan masyarakat di sekitar sekaligus pelaksanaan konservasi dan restorasi di kawasan hutan.
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi
Restorasi
Perhutanan Sosial

STRATEGI-3

Penguatan Produksi dan Rantai Nilai Pertanian dan Peternakan

Optimalisasi produktivitas pertanian dan peternakan perlu dilakukan seiring dengan penguatan infrastruktur dan rantai nilai yang memungkinkan penjualan dengan nilai yang lebih tinggi dan jangkauan pasar yang lebih luas.
Pemanfaatan berkelanjutan
Penguatan Rantai Nilai

STRATEGI-4

Penguatan Pangan Keluarga

Stunting dan gizi buruk masih menjadi tantangan untuk masyarakat di daerah ini. Penguatan pangan keluarga melalui pemanfaatan kebun dapur sangat berpotensi untuk meningkatkan ketersediaan pangan berkualitas di tingkat keluarga.
Pemanfaatan berkelanjutan

Lebih lanjut tentang Mollo Benain, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 43]

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam upaya mewujudkan visinya, TP2CI Mollo Benain menawarkan tema kunci pembelajaran:

“Pusat belajar tanaman pangan lokal, hortikultura, dan kopi dalam kawasan hutan untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi rumah tangga

dengan paket belajar:

PAKET 1: Pengolahan lahan melalui pembuatan dan pemanfaatan pupuk organik dan pestisida nabati

Materi yang dipelajari:

  • Persiapan alat dan bahan pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati
  • Pembuatan pupuk organik dan pestisida nabati
  • Persiapan dan pengolahan lahan dan kebun ramah lingkungan
  • Penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati 

Durasi: 120 menit

PAKET 2: Seleksi bibit dan perbanyakan tanaman secara vegetatif

Materi yang dipelajari:

  • Teknik pemilihan bibit yang unggul
  • Praktik perbanyakan vegetatif
  • Teknik penanaman yang benar
  • Pemilihan tanaman dan desain kebun dapur

Durasi: 60 menit

PAKET 3: Akses pasar dan sumber permodalan kelompok usaha

Materi yang dipelajari:

  • Pengenalan konsep pasar: identifikasi peluang pasar, lokal, regional, dan nasional
  • Strategi pemasaran hasil pertanian
  • Manajemen akses pasar
  • Pengenalan sumber permodalan

Durasi: 60 menit

PAKET 4: Pemanfaatan hutan secara berkelanjutan melalui pendekatan agroforestri dalam perhutanan sosiai

Materi yang dipelajari:

  • Pengenalan perhutanan sosial sebagai model pengelolaan hutan berkelanjutan
  • Pendekatan agroforestri
  • Pendekatan silvofishery
  • Pendekatan silvopastura

Durasi: 60 menit

Tim Kerja

Cerita

Selama 4 tahun terakhir, para petani pelopor di Mollo Benain telah mempelajari, mengalami, mencoba, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim. Simak kisah-kisahnya:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di lokasi kami dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Setiap kunjungan dikenakan biaya kontribusi Rp 500.000,- per paket belajar untuk minimal 10 orang pengunjung.
  • Kegiatan kunjungan dikoordinasikan dengan Koordinator Tim Inti minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
  • Pemesanan kunjungan disertai dengan pembayaran uang muka sebesar 30% dari total biaya, maksimal 1 minggu sebelum kegiatan dimulai
  • Jika anggaran untuk kunjungan Anda saat ini terbatas, kami menawarkan penyesuaian harga dengan pengurangan fasilitas cinderamata
  • Jika ingin berkunjung saja secara perseorangan, tidak ada ketentuan untuk pembayaran paket pembelajaran. Anda dapat langsung menghubungi tim inti

Hubungi lebih lanjut

Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Prinsip Penerapan Pertanian Cerdas Iklim di Lahan Kering Nusa Tenggara Timur

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Pembuatan dan Penggunaan Pestisida Nabati Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat
Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.