Di tengah tantangan musim yang tidak menentu dan meningkatnya kebutuhan pangan bergizi, Bapak Selfius Betty, seorang petani dari Oepliki menunjukkan bahwa solusi bisa dimulai dari rumah sendiri. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak terlalu besar, Bapak Selfius berhasil menanam berbagai jenis sayuran dan memenuhi kebutuhan gizi keluarga tanpa bergantung sepenuhnya pada pasarm, bahkan menjadi salah satu sumber pendapatan baru bagi keluarganya.
Pada awalnya, pekarangan rumah Bapak Selfius hanyalah lahan kosong yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Kehadiran Program Land4Lives di desanya dengan melakukan pelatihan dan penyadartahuan terkait pangan sehat bagi keluarga, membuat keinginan untuk mencoba menanam sendiri kebutuhan sehari-hari seperti yang disampaikan oleh fasilitator saat pelatihan semakin membuatnya bersemangat.
Bapak Selfius memulai dengan langkah kecil mengolah atau membalik tanah, membuat bedengan sederhana berukuran 1x5 meter sebanyak 8 bedeng, dan membuat pupuk organik dari limbah rumah tangga dan bahan-bahan yang ada disekitar rumahnya, serta menyemai benih hasil mengikuti kegiatan pelatihan untuk disemai dirumahnya. Tanpa modal besar, ia hanya memanfaatkan peralatan seadanya dan semangat yang besar.
Seiring waktu, pekarangan Bapak Selfius berubah menjadi kebun mini yang hijau. Beliau menanam berbagai jenis sayuran yang tidak hanya mudah dipelihara, tetapi juga kaya nutrisi, seperti kacang panjang sebagai sumber protein nabati dan serat, Tomat, Cabai, Terong sebagai sumber vitamin A dan C, dan Kangkung serta sawi putih sebagai sayuran hijau favorit keluarga. Kombinasi sayuran ini membuat kebutuhan gizi keluarga Bapak Selfius dapat dipenuhi setiap hari dari halaman rumah mereka sendiri.
Dengan persediaan sayuran segar setiap hari, Bapak Selfius dan keluarga sekarang tidak lagi khawatir tentang harga bahan makanan yang naik turun, selain itu biaya belanja dapur berkurang signifikan karena sebagian besar kebutuhan sayur dapat dipenuhi sendiri dari pekarangannya, tentu sayuran yang dipanen langsung dari kebun jauh lebih segar dan bebas bahan kimia.
Selain itu agar kebunnya tetap berproduksi sebagai sumber gizi keluarga, Bapak Selfius terus rutin melakukan perawatan seperti penyiraman, pemberian pupuk organik padat dan cair sebagai sumber nutrisi tanaman, dan pengendalian hama penyakit secara mekanis dan nabati, menghin dari pemakaian pestisida kimia, menjaga keluarganya tetap sehat.
Cerita Bapak Selfius Betty membuktikan bahwa lahan sekecil apa pun dapat menjadi sumber pangan sehat bila dikelola dengan baik. Beliau tidak hanya berhasil memenuhi kebutuhan gizi keluarga, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan. Dari pekarangan rumahnya, Bapak Selfius menanam harapan dan menuai masa depan yang lebih sehat untuk keluarganya.
