Varietas kacang tanah lurik atau kacang tanah loreng dan kacang tanah lokal sudah lama dibudidayakan oleh petani di Desa Nunbena, bahkan wilayah Mollo bagian barat Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hampir setiap kepala keluarga menanam komoditi kacang tanah. Sistem budidayanya ditumpangsarikan dengan tanaman jagung, ubi kayu, dan tanaman lainnya di awal musim hujan.
Diantara dua varietas kacang tanah ini, sejauh ini yang menjadi sumber pendapatan utama petani adalah varietas kacang tanah lokal. Di tingkat petani atau di desa, harga kacang tanah lokal saat musim panen hingga akhir tahun (bulan Mei-September), berkisar antara Rp.15.000-25.000 per kilogram.
Berbeda dengan kacang tanah lurik/loreng. Petani umumnya menjadikan kacang tanah lurik/loreng hanya untuk dikonsumsi atau dijadikan oleh-oleh. Hal ini dikarenakan tidak adanya permintaan pasar. Kalaupun ada yang dijual, jumlahnya sedikit dan harganya sangat rendah di kisaran Rp.8.000 – 15.000 per kilogram.
Kondisi ini berbeda setelah Bapak Yosias Tanu mulai merintis kerja sama jual beli komoditi kacang tanah antara petani di Desa Nunbena dengan PT. Profil Mitra Abadi (PMA). Proses ini diawali dengan adanya pertemuan antara petani kacang tanah dan perwakilan PT. PMA di Kantor Desa Nunbena. Dalam pertemuan itu, petani dan pihak perusahaan sama-sama membahas kualitas kacang tanah, teknis pengumpulan, juga yang paling penting adalah harga. Di akhir pertemuan, petani dan dan pihak perusahaan bersepakat bekerja sama dalam hal jual-beli kacang tanah.
Sejak bulan Juni 2025, Bapak Yosias Tanu selaku Ketua Kelompok Usaha Kacang Tanah dari Desa Nunbena mulai menjual langsung kacang tanah ke PT. PMA dengan harga sangat menguntungkan. Total kacang tanah lurik/loreng yang berhasil dijual ke PT. PMA pada musim panen 2025 sebanyak 2,5 ton. Kacang tanah lurik/loreng dijual dengan harga Rp.24.000 per kilogram. Ini berarti terjadi kenaikan harga jual kacang tanah lurik/loreng sebesar Rp.9.000-15.000 per kilogram.
Cerita dari mulut ke mulut, petani dari desa lain pun akhirnya ikut menjual kacang tanah lurik/loreng ke PT. PMA. Tidak sampai di situ, dengan penjualan langsung kacang tanah lurik/loreng ke PT. PMA, sejak musim panen 2025 petani telah menyediakan bibit kacang tanah lurik/loreng untuk musim tanam 2026. Hasil panen di tahun 2026 akan dipasarkan lagi ke PT. PMA. Apa yang dilakukan Bapak Yosias bersama anggota kelompok membuktikan bahwa, jangkauan informasi dan akses pasar mempengaruhi nilai jual produk pertanian.
