Di saat banyak anak muda mulai meninggalkan pertanian, seorang petani dari Desa Bijaepunu, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan justru memilih kembali ke kebun. Ia adalah Anto Boko. Dengan semangat muda dan kemauan belajar, ia telah menanam berbagai jenis sayuran sebagai sumber penghasilan dan masa depan keluarga kecilnya.
Bagi Anto, bertani bukan pekerjaan kuno. Ia melihat pertanian sebagai peluang usaha yang menjanjikan apabila dikelola dengan serius dan teknik budidaya yang baik. Di kebun sayurnya seluas kurang lebih ¼ hektar, ia menanam beberapa komoditi sayuran yang menurutnya memiliki peluang pasar. Jenis sayuran yang ditanam adalah petsai, kol, bawang prei, dan wortel.
Hasil panennya ia pasarkan langsung ke para pedagang pengumpul di beberapa pasar di Kota Kupang. Jenis sayur petsai, dan kol dijual di Kupang dengan harga berkisar Rp.10.000-15 per pohon. Sementara bawang prei dijual di kisaran harga Rp.10.000 per ikat (1 ikat 4-5 pohon). Sedangkan wortel dijual dengan kisaran harga Rp. 10.000-15.000 per kilogram.
Apa yang dilakukan Anto ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di desa. Ia membuktikan bahwa anak muda juga mampu dan sukses di sektor pertanian sekaligus sektor pertanian menjadi pilihan masa depan yang membanggakan.
