Oleh: Sinta Damayanti
Bu Darmiasih (57 tahun), merupakan salah satu anggota kelompok belajar Daya Murni Bersatu. Beliau bergabung dalam kegiatan Land4Lives sejak tahun 2022. Pada awal bergabung, beliau memiliki tekad untuk belajar mengenai praktik pertanian yang cerdas iklim. Bagi beliau, pertanian berkelanjutan merupakan hal fundamental yang penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai petani perempuan, beliau turut berperan dalam mengambil keputusan mengelola lahan bersama dengan suaminya, Pak Samuji. Dalam mengelola lahan sawah, Bu Darmiasih memilih untuk menggunakan praktik pertanian yang ramah lingkungan untuk memangkas biaya pengeluaran. Selain di sawah, Bu Darmiasih juga mengelola lahan pekarangannya untuk ditanami berbagai jenis sayuran untuk kebutuhan rumah tangga sekaligus sebagai sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.
Informasi yang ia dapatkan dari pelatihan Land4lives mengenai pertanian cerdas iklim membuatnya menjadi lebih semangat untuk mencoba teknologi baru di lahannya. Salah satu yang paling menarik perhatiannya adalah penggunaan PSB (Photosynthetic Bacteria) untuk merangsang pertumbuhan tunas dan buah pada tanaman. Komposisi bahan yang digunakan untuk membuat PSB cukup mudah didapatkan, sehingga Bu Darmiasih dapat secara kontinyu memproduksi ramuan tersebut.
“Setelah menggunakan PSB, tanaman cabai dan terong yang saya tanam di kebun dapur menjadi lebih cepat berbuah dan selalu berbunga. PSB cukup membantu untuk memproduksi buah pada tanaman sayur sehingga menjadi lebih cepat tumbuh dan subur. Selain itu, bahan-bahan yang di gunakan juga tidak sulit ditemukan. Dengan modal yang relatif sedikit, produksi tanaman bisa membaik”, ujar Bu Darmiasih.
Keberhasilan Bu Darmiasih dalam mempraktekkan PSB sebagai katalisator pada pertumbuhan sayuran di kebunnya menjadi salah satu kisah menarik yang perlu di tularkan ke khalayak. Pada beberapa kesempatan, Bu Darmiasih juga turut berperan dalam penyebarluasan praktik pertanian cerdas iklim secara aktif dan tidak terbatas pada topik PSB saja. Ia juga banyak bercerita mengenai keajaiban kompos yang ia buat sendiri untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mendorong produktivitas tanaman di kebun belajar dan di kebun dapur miliknya. Peran petani pelopor dalam mengkampanyekan praktik pertanian cerdas iklim ia lakukan dengan senang hati dan tanpa paksaan.
Ia menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam untuk masa depan. Melalui praktik pertanian cerdas iklim, Bu Darmiasih dapat memilih sebuah jawaban atas permasalahan perubahan iklim yang terjadi saat ini.
