Takdir dari Kelompok Tani Siamasei II kini menjadikan kebunnya sebagai lokasi belajar bagi petani yang ingin menerapkan Pertanian Cerdas Iklim melalui konsep agroforestri kakao. Sebelumnya, lahan tersebut hanya ditanami jagung secara monokultur tanpa dipadukan dengan tanaman produktif lainnya.
Melalui pendekatan Climate Smart Agriculture (CSA), lahan seluas sekitar 50 are berhasil diubah menjadi kebun agroforestri kakao tanpa menghilangkan sumber pendapatan utama keluarga. Jagung tetap dibudidayakan sambil menunggu tanaman tahunan mulai berproduksi, sehingga kebutuhan ekonomi keluarga tetap terpenuhi selama masa transisi.
Perubahan Dimulai pada Tahun 2023
Seiring meningkatnya kebutuhan keluarga, Takdir mulai memikirkan cara untuk memperoleh tambahan pendapatan jangka panjang tanpa mengorbankan hasil yang selama ini diperoleh dari kebunnya. Kesempatan itu datang ketika Land4Lives mulai mendampingi petani pada 2023 melalui pendekatan CSA.
Takdir mengikuti berbagai pelatihan yang langsung dipraktikkan di kebunnya, mulai dari pembukaan lahan tanpa bakar, pengajiran untuk menentukan titik tanam, pembuatan lubang tanam sesuai standar, pemilihan jenis tanaman yang dapat dipadukan dalam sistem agroforestri, teknik penanaman, penggunaan pupuk organik, pemeliharaan tanaman, pemangkasan, hingga penanganan pascapanen.
Kini, selain jagung, kebun Takdir ditanami berbagai komoditas bernilai ekonomi. Pisang sudah mulai berproduksi, sementara kakao dengan beragam klon, seperti MCC 02, S2, S1, BB, ICRI 09, MCC 01, dan klon lokal, sebagian juga telah mulai menghasilkan. Selain itu, Takdir menanam kelapa, pala, durian, alpukat, dan sukun sebagai investasi jangka panjang sekaligus untuk meningkatkan keanekaragaman tanaman di lahannya.
Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Pertanian Cerdas Iklim tidak hanya mampu meningkatkan keberagaman tanaman, tetapi juga membantu petani membangun sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan tanpa harus meninggalkan komoditas yang selama ini menjadi penopang ekonomi keluarga.
