Akses jalan yang begitu jauh menuju kota Watampone menjadi masalah besar bagi warga Lamoncong,hasil bumi seperti buah-buhan,jagung,kelapa,kemiri dan hasil sayuran,sehingga hasil bumi hanya dikonsumsi dan dibagikan ke sanak saudara.Type your paragraph here
Informasi harga produk pertanian pun seperti tertutup,warga hanya bisa pasrah dengan harga yang diberikan oleh pengepul yang datang, itupun hanya dua kali dalam sebulan,rata-rata pengepul berasal dari luar desa.
Harga komoditi sangat jauh berbeda dengan harga yang ditawarkan diluar sana,biaya tranfortasi terhitung besar apabila pemasaran dilakukan secara individu apalagi hanya menjual satu jenis saja.
Buah naga termasuk tanaman yang dikembangkan oleh warga Desa Lamoncong,selain tanaman sayuran dan perkebunan.warga menanam sebagai pagar pagar rumah,memanfaatkan pagar bambu sebagai penopang nya.
Pada saat panen buah naga seperti tidak ada harganya,hanya dikonsumsi dan dibagikan saja,pengepul datang hanya memberi harga 1000 rupiah perbutir yang berat rata-rata 0,5 Kg per butirnya,di kota harga buah naga berkisar 30,000- 40,000 rupiah per Kg nya.Dalam satu kg antara 2-3 butir buah naga.
CIFOR-ICRAF dalam proyek Land4lives tergugah untuk mencari solusi market,agar perekonomian warga Desa Lamoncong meningkat,melalui diskusi bersama warga dan tim Land4lives merumuskan strategi pemasaran yang baik,mengidentifikasi produk apa saja yang busa dijual ke pasar,serta pembagian peran diantara warga yang terlibat.
Dari hasil diskusi mendapatkan kesepakatan untuk pemasaran hasil panen dilakukan secara kolektif atau pemasaran bersama,Ibu Heriani bertugas sebagai agen informasi yang bertugas menyebarkan informasi permintaan pasar dan sekaligus sebagai agen pengepul yang rumah nya juga di jadikan titik kumpul barang yang akan dikirim ke luar desa.
Sekaligus mencatat pemilik barang,menimbang dan bersama-sama mengemas,tidak terlewatkan mencatat per transaksi barang keluar dan pembagian uang dari penjualan berdasarkan jumlah berat yang tertulis.
Warga Lamoncong sekarang tersenyum,pasar tebuka, buah naga yang awlanya tidak dilirik sekarang menjadi primadona perubahan harga yang melonjak berkisar 20,000/kg dengan potongan 2000/kg cukup menyenangkan dan ada semgat baru untuk merawat kebun.
Penuturan Ibu Heriani”berterimakasih banyak atas bantuan Land4liaves yang dulu hasil panen hanya untuk konsumsi sekarang punya nilai jual yang cukup lumayan sehingga dapat menopang per ekonomian masyarakat Desa Lamoncong.Harapan besar agar kontak pengepul dapat di simpan di kolompok”
