Oleh: Izhar Ashofie
Di Desa Bone, seorang petani perempuan yang juga dikenal sebagai petani champion, yaitu Ibu Yuldis Y. Puay, menjadi contoh inspiratif dalam mengatasi masalah hama pada kebun dapur. Ibu Yuldis merupakan bagian dari tim inti TP2CI SL47 Amanuban APL yang aktif mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran pertanian berkelanjutan.
Awalnya, kebun dapur milik Ibu Yuldis mengalami gangguan serius dari hama lalat buah dan semut hitam. Kedua hama ini sering menyerang tanaman sayuran dan buah di kebun dapur sehingga menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi hasil panen. Kondisi tersebut sempat membuatnya khawatir karena kebun dapur merupakan sumber penting untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.
Perubahan mulai terjadi ketika Ibu Yuldis mengikuti pelatihan Pertanian Cerdas Iklim dalam program Land4Lives. Dari pelatihan tersebut, ia belajar berbagai metode ramah lingkungan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman, termasuk penggunaan pestisida nabati yang mudah dibuat dari bahan-bahan alami di sekitar rumah.
Untuk mengatasi serangan lalat buah, Ibu Yuldis menggunakan Petroganol sebagai perangkap. Caranya cukup sederhana: ia memanfaatkan botol bekas air mineral yang dilubangi, kemudian diisi sedikit air dan ditambahkan beberapa tetes Petroganol. Botol tersebut kemudian digantung di sekitar tanaman. Aroma dari campuran tersebut menarik lalat buah masuk ke dalam botol sehingga serangan hama di kebun dapurnya dapat berkurang secara signifikan. Metode ini terbukti sangat efektif dalam mengendalikan populasi lalat buah.
Sementara itu, untuk mengatasi hama semut hitam, Ibu Yuldis membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Bahan yang digunakan antara lain 5 lembar daun sirsak, 1 batang sereh, 2 siung bawang putih, dan 2 lembar daun pepaya. Semua bahan tersebut dihaluskan lalu dicampurkan ke dalam 1 liter air dan difermentasi selama 24 jam.
Setelah proses fermentasi selesai, larutan tersebut digunakan dengan cara mencampurkan 1 liter larutan fermentasi ke dalam 10 liter air bersih sebelum disemprotkan ke tanaman. Berdasarkan pengalaman Ibu Yuldis, penyemprotan akan lebih efektif jika dilakukan pada sore hari. Cara ini telah ia praktikkan langsung di kebun dapurnya dan terbukti berhasil mengurangi serangan semut hitam pada tanaman.
Keberhasilan dalam mengendalikan dua jenis hama tersebut membuat kebun dapur Ibu Yuldis kembali tumbuh sehat dan produktif. Sebagai petani champion SL47 Amanuban APL, Ibu Yuldis tidak ingin menyimpan pengetahuan ini untuk dirinya sendiri. Ia berkomitmen untuk membagikan pengalaman dan praktik baik tersebut kepada masyarakat di sekitarnya.
Melalui keterlibatannya dalam gereja dan kelompok Sekoper, Ibu Yuldis aktif menceritakan pengalamannya serta mendorong masyarakat untuk mencoba cara-cara pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan mudah dilakukan. Ia berharap praktik sederhana yang telah ia buktikan ini dapat membantu lebih banyak keluarga menjaga kebun dapur mereka tetap sehat dan produktif.
Kisah Ibu Yuldis Y. Puay menunjukkan bahwa pengetahuan, kemauan belajar, dan inovasi sederhana dapat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan pertanian. Dari kebun dapur di Desa Bone, lahir inspirasi bagi banyak petani untuk mengelola tanaman secara lebih alami, hemat biaya, dan berkelanjutan.
