Bagikan:
Tentang Patimpeng-Kahu
Sub-Lanskap Patimpeng-Kahu terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mencakup wilayah seluas ±8.003 hektare yang tersebar di Kecamatan Patimpeng dan Kahu. Lanskap ini merupakan bagian hulu DAS Bila-Walanae yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mendukung ketersediaan sumber daya air bagi wilayah di sekitarnya.
Didominasi oleh area penggunaan lain (APL) dengan aktivitas pertanian yang cukup intensif, lanskap ini menjadi ruang hidup bagi 10 desa dengan lebih dari 23.000 penduduk yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, kehutanan, dan pemanfaatan sumber daya alam. Di balik potensi tersebut, lanskap Patimpeng-Kahu menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan yang berkelanjutan, antara lain:
Tantangan Utama
Alih fungsi lahan dari kawasan berhutan menjadi pertanian, terutama jagung, yang menurunkan kualitas ekosistem
Meningkatnya risiko bencana seperti kebakaran hutan, erosi, dan sedimentasi sungai
Praktik ilegal seperti pembalakan liar dan pertambangan yang mengancam kelestarian sumber daya alam
Keterbatasan akses air untuk pertanian yang berdampak pada produktivitas lahan
Konflik tenurial, keterbatasan infrastruktur, serta akses pasar yang belum optimal
Rendahnya kesadaran lingkungan dan tantangan sosial ekonomi masyarakat
Untuk mewujudkan lanskap yang lebih lestari, tangguh, dan menyejahterakan masyarakat, beberapa strategi utama yang dikembangkan meliputi:
Strategi Pengembangan
Penerapan praktik budidaya unggul dan diversifikasi komoditas pertanian
Peningkatan akses lahan melalui penguatan perhutanan sosial
Penyediaan dan pemerataan akses air untuk kebutuhan pertanian
STRATEGI-1
Praktik Budidaya Unggul
STRATEGI-2
Akses lahan untuk penghidupan
STRATEGI-3
Akses Air Tani Merata
Lebih lanjut tentang Kahu, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 10]
Tema Kunci dan Paket Belajar
Tema kunci dari TP2CI SL 31 – Patimpeng-Kahu ditampilkan di bawah ini, dengan tujuh paket belajar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
“Sentra agroforestri kakao dan kebun dapur untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat”
- Pemangkasan tanaman kakao
- Peremajaan tanaman kakao
- Perbanyakan vegetatif (sambung) merica, vanili
- Pemilihan dan pengenalan jenis tanaman
- Budidaya madu trigona
- Pengaturan jarak tanam
- Praktik penanaman
- Perbanyakan benih sayur
- Budidaya sayuran organik
- Pemanfaatan lahan pekarangan
- Penanganan hama penyakit
- Pemupukan dasar
- Persemaian sayuran
- Pengelolaan kebun sayuran
- Aplikasi pupuk organik dan pengendalian hama penyakit
- Persiapan media tanam dan penyemaian bibit
- Pembuatan pupuk kompos
- Perbanyakan vegetatif
- Pengelolaan kebun dapur secara berkelompok
- Persiapan lahan dan media tanam
- Persemaian dan penanaman
- Perawatan tanaman dan pengendalian hama penyakit
- Pengaturan jarak tanam
- Pemangkasan kakao
- Peremajaan tanaman kakao
- Praktik penanaman
- Pengolahan kopi ketan hitam
- Pengolahan minyak kelapa dan VCO
- Pengolahan keripik pisang
Tim Kerja

Massila
Koordinator Tim Inti

Latellang
Tim Inti

Massila
Tim Inti

Maggenrang
Tim Inti

Massila
Tim Inti

Latellang
Tim Inti

Massila
Petani Pemandu

Massila
Petani Pemandu
Cerita
Selama empat tahun terakhir, para petani pelopor di Patimpeng-Kahu aktif belajar, bereksperimen, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui berbagai pengalaman di lapangan. Berikut kisah-kisah mereka:
Lokasi Kami
Kunjungi Kami
Anda dapat belajar langsung di kebun kami dengan ketentuan pengajuan kunjungan sebagai berikut:
- Peserta kunjungan minimal 10 orang dan maksimal 30 orang
- Kegiatan kunjungan dikoordinasikan kepada Koordinator Tim Inti atau penanggung jawab asset belajar di masing-masing desa 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
- Membayar biaya kebutuhan kunjungan belajar minimal 3 hari sebelum kegiatan kunjangan,melalui transfer ke No Rek A ST AISYAH NUR, Bank Sulselbar : 088-201-000005475-9
- Menaati tata tertib di TP2CI SL 31
Hubungi lebih lanjut







