Tentang Noebeba
Noebeba terletak di bagian selatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, mencakup sebagian besar Kecamatan Kie dan Oenino, serta sebagian wilayah Kecamatan Amanuban Selatan dan Noebeba. Wilayah seluas 8.229 ha ini memiliki proporsi kawasan hutan sekitar 15% berupa Hutan kemasyarakatan dan sebagian besarnya (APL) menjadi rumah bagi 15 desa yang ditopang oleh pertanian jagung, sawah, dan bambu di wilayah hilir sungai Noelmina.
Dengan kekayaan alam yang melimpah, wilayah yang ini menyimpan potensi yang belum dikelola sepenuhnya secara lestari. Noebeba menghadapi berbagai isu strategis, di antaranya:
- mayoritas desa mengalami musim hujan yang pendek tetapi tidak ditopang dengan daerah tangkapan air yang cukup sehingga isu kekeringan cukup kuat di wilayah ini
- minimnya tutupan pohon dan vegetasi penopang retensi air menyebabkan lanskap ini rawan terhadap banjir limpasan permukaan saat musim hujan
- praktik pertanian tebas bakar, ladang berpindah masih dilakukan sehingga isu kesehatan tanah makin lama makin buruk
- masih banyak lahan tidur yang tidak produktif berada dalam kondisi kritis sehingga potensinya masih banyak belum dimanfaatkan untuk pengembangan sumbeer penghidupan
Untuk mewujuakan visi bentang lahan Noebeba yang produktif dan berkelanjutan, lanskap ini memiliki beberapa strategi, yaitu:
- perlindungan dan restorasi mata air
- pengembangan agrosilvopastura yang cerdas iklim
- peningkatan kapasitas pengelolaan pasca panen hasil pertanian, peternakan, dan kehutanan
STRATEGI-1
Perlindungan dan Restorasi Mata Air
STRATEGI-2
Pengembangan Agrosilvpastura yang Cerdas Iklim
STRATEGI-3
Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Pasca Panen Hasil Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan
Lebih lanjut tentang Noebeba, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 71]
Tema Kunci dan Paket Belajar
Dalam upaya mewujudkan visinya, TP2CI Noebeba menawarkan tema kunci pembelajaran:
“Sentra Pemanfaatan Lahan dan Usaha Tani Terpadu Tanaman Hortikultura, Perikanan, Peternakan, dan Hasil Hutan Bukan Kayu”
dengan paket belajar:
PAKET 1: Produksi dan pengolahan paska panen dari komoditas unggulan
Materi yang dipelajari:
- Pembuatan produk olahan dari hasil pertanian (keripik pisang dan ubi)
- Proses pembuatan produk olahan hingga siap jual: pengupasan, pengeringan, penggorengan, dan pengemasan
- Pemetaan pasar dan strategi pemasaran
- Pencatatan/pembukuan segala proses
usaha
Fasilitas:
- Alat dan bahan praktik
- Poster
- Konsumsi
- Cindera mata produk
Durasi: 90 menit
PAKET 2: Produksi dan penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati
Materi yang dipelajari:
- Pembuatan pupuk organik padat dan cair
- Pembuatan pestisida nabati
- Penggunaan pupuk organik dan pestisida nabati, dengan tepat takaran dan waktu
Fasilitas:
- Alat dan bahan praktik
- Poster
- Konsumsi
- Cindera mata produk
Durasi: 60 menit
PAKET 3: Produksi dan pemanfaatan benih unggul
Materi yang dipelajari:
- Penyeleksian benih sayuran yang baik dan prospek pasar
- Pemilihan media tanam yang cocok
- Persemaian benih unggul yang ramah lingkungan
- Pemeliharaan bibit tanaman
- Perbanyakan tanaman buah dengan biji secara vegetatif
Fasilitas:
- Alat dan bahan praktik
- Poster
- Konsumsi
- Cindera mata produk
Durasi: 90 menit
PAKET 4: Praktik pertanian cerdas iklim
Materi yang dipelajari:
- Pembersihan lahan tanpa bakar dengan cara pelapukan
- Pembuatan, pemasangan, dan pengunaan irigasi tetes sederhana
- Pengaturan jarak tanam
- Pemeliharaan dan penjadwalan sumber air (mamar, irigasi)
- Pembuatan teras vegetasi alami untuk kebun yang miring
- Pembuatan bedengan kunci
Fasilitas:
- Alat dan bahan praktik
- Poster
- Konsumsi
- Cindera mata produk
Durasi: 90 menit
PAKET 5: Teknik pengelolaan agrosilvopastura
Materi yang dipelajari:
- Pengaturan rancangan agroforestri / agrosilvopastura dengan pola tanam yang sesuai
- Penataan pengelolaan agroforestri /
agrosilvopastura yang dapat meningkatkan hasil produksi
Fasilitas:
- Alat dan bahan praktik
- Poster
- Konsumsi
- Cindera mata produk
Durasi: 60 menit
Tim Kerja

Oepliki
Koordinator Tim Inti, Petani Pemandu

Oepliki
Tim Inti

Oepliki
Tim Inti, Petani Pemandu

Oepliki
Tim Inti

Oepliki
Tim Inti

Oeekam
Tim Inti, Petani Pemandu

Oeekam
Tim Inti, Petani Pemandu

Oeekam
Tim Inti, Petani Pemandu

Tubuhue
Tim Inti

Noemuke
Tim Inti

Noemuke
Tim Inti

Oeekam
Petani Pemandu

Oepliki
Petani Pemandu
Cerita
Selama 4 tahun terakhir, para petani pelopor di Noebeba telah mempelajari, mengalami, mencoba, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim. Simak kisah-kisahnya:
Cerita lainnya
Lokasi Kami
Kunjungi Kami
Anda dapat belajar langsung di lokasi kami dengan ketentuan sebagai berikut:
- Setiap kunjungan dikenakan biaya kontribusi Rp 300.000,- per paket belajar untuk minimal 10 orang pengunjung. Lebih dari 10 orang, penambahannya 10% biaya per orang
- Pengunjung di bawah 10 orang tetap dikenakan biaya kunjungan minimal yaitu Rp 300.000.-
- Lebih dari 1 paket belajar, biaya kontribusinya dikenakan kelipatannya
- Kegiatan kunjungan dikoordinasikan dengan Koordinator Tim Inti minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
- Pemesanan kunjungan disertai dengan pembayaran uang muka sebesar 50% dari total biaya, 3-5 hari sebelum kegiatan dimulai
- Jika anggaran untuk kunjungan Anda saat ini terbatas, kami menawarkan penyesuaian harga dengan pengurangan fasilitas cinderamata
- Jika ingin berkunjung saja secara perseorangan, tidak ada ketentuan untuk pembayaran paket pembelajaran. Anda dapat langsung menghubungi tim inti.
- Tim inti atau petani pemandu juga bisa diundang menjadi pemateri di luar lokasi TP2CI
Hubungi lebih lanjut
Galeri
Bahan Ajar Terkait
Prinsip Penerapan Pertanian Cerdas Iklim di Lahan Kering Nusa Tenggara Timur
Lihat
Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman
LihatPedoman Pembuatan dan Penggunaan Pestisida Nabati Cerdas Iklim
Lihat
Panduan Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Cerdas Iklim
Lihat
Panduan Pengelolaan Kebun Dapur Sumber Pangan dan Gizi Keluarga
Lihat












































