Bagikan:
Tentang Cenrana
Cenrana terletak di wilayah pesisir Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, dan merupakan bagian hilir DAS Bila–Walanae. Lanskap ini membentang seluas ±2.900 hektare, didominasi oleh tambak (±82%) dan hutan mangrove, serta menjadi ruang hidup bagi tujuh desa dengan lebih dari 14.500 jiwa yang bergantung pada sektor perikanan dan sumber daya pesisir.
Sebagai kawasan hilir, Cenrana berperan penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi dan ekosistem pesisir. Interaksi antara tambak dan mangrove membentuk sistem produksi berbasis sumber daya pesisir, sekaligus menopang keanekaragaman hayati dan penghidupan masyarakat. Namun, lanskap ini juga sangat rentan terhadap dinamika air, baik dari hulu maupun dari laut. Selain itu, lanskap Cenrana menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain:
Tantangan Utama
Keterbatasan akses air bersih akibat kualitas air sungai yang menurun
Banjir kiriman dari hulu yang merendam tambak dan permukiman
Risiko gagal panen akibat fluktuasi air tawar-payau dan penurunan kualitas air tambak
Pendangkalan sungai yang meningkatkan risiko banjir dan mengganggu transportasi
Degradasi ekosistem mangrove akibat alih fungsi lahan
Abrasi pantai yang mengancam kawasan pesisir dan infrastruktur
Visi Lanskap
“Lanskap yang lestari, masyarakat yang berdaya saing dan sejahtera”
Untuk mewujudkan visi tersebut, strategi utama yang dikembangkan meliputi:
Strategi Pengembangan
Pengurangan risiko abrasi melalui rehabilitasi mangrove dan infrastruktur pengaman pantai
Pengembangan sistem pertanian, khususnya tambak, yang beragam dan ramah lingkungan
Peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk perikanan serta perbaikan akses pasar
Diversifikasi budidaya tambak melalui pendekatan silvofishery
Pengurangan risiko banjir melalui normalisasi sungai dan pengendalian sedimen
Pemerataan akses dan infrastruktur air bersih
STRATEGI-1
Pencegahan dampak dan minimalisir resiko abrasi
STRATEGI-2
Meminimalisir resiko gagal panen akibat fluktuasi air tawar-payau yang tidak menentu
STRATEGI-3
Meningkatkan produktivitas, nilai tambah, memperbaiki rantai pasar dan meningkatkan jangkauan pasar produk unggulan
STRATEGI-4
Diversifikasi kegiatan dan komoditas budidaya tambak melalui silvofishery
STRATEGI-5
Mengurangi resiko banjir akibat pendangkalan sungai
STRATEGI-6
Pemerataan distribusi dan akses air bersih
Lebih lanjut tentang Kahu, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 10]
Tema Kunci dan Paket Belajar
Untuk mewujudkan visinya, TP2CI SL 73 – Cenrana menawarkan tema kunci berikut, dengan tiga paket belajar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.
“SL 73 sebagai sentra untuk mempelajari sinergi alam dan manusia untuk mewujudkan ekosistem pertanian-perikanan yang ramah lingkungan dan mensejahterakan masyarakat”
- Pengenalan tambak silvofishery/mina padi
- Pengenalan metode budidaya tambak polikultur/mina padi
- Pengenalan pupuk organik cair eceng gondok
- Persiapan lahan budidaya
- Persiapan dan pemilihan benih dan bibit pada tambak/mina padi
- Teknik dan waktu penebaran benih dan bibit pada tambak/mina padi
- Waktu panen komoditas tambak dan pengelolaan pasca panen
- Teknik memanen komoditas yang ada di tambak/mina padi
- Pengenalan kebun dapur dan manfaat pupuk organik
- Pengenalan jenis media tanam dan kesesuaian lahan dengan tanaman hortikultura
- Persiapan lahan
- Persiapan dan pemilihan benih dan bibit hortikultura
- Teknik penyemaian benih hortikultura
- Teknik pemeliharaan dan pengendalian hama penyakit tanaman
- Panen dan pasca panen
- Praktik pembuatan pupuk organik
- Praktik pembuatan pestisida nabati
- Pengenalan alat dan bahan
- Praktik pembuatan kerupuk kepiting dan kerupuk udang
- Teknik pengemasan produk
- Teknik pemasaran produk dan target pasar
Tim Kerja

Pussungnge
Koordinator Tim Inti

Pussungnge
Tim Inti

Pussungnge
Tim Inti

Pallime
Tim Inti

Pallime
Tim Inti

Pallime
Tim Inti

Ajanglasse
Tim Inti

Ajanglasse
Tim Inti
Cerita
Selama empat tahun terakhir, para petani pelopor di Patimpeng-Kahu aktif belajar, bereksperimen, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui berbagai pengalaman di lapangan. Berikut kisah-kisah mereka:
Lokasi Kami
Kunjungi Kami
Berikut prosedur pengajuan kunjungan untuk belajar di lokasi kami:
- Peserta kunjungan minimal 10 orang dan maksimal 30 orang
- Kegiatan kunjungan dikoordinasikan kepada Koordinator Tim Inti atau penanggung jawab asset belajar di masing-masing desa 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
- Membayar biaya kebutuhan kunjungan belajar minimal 3 hari sebelum kegiatan kunjangan,melalui transfer ke No Rek BRI 510301064629538 an Damayanti
- Menaati tata tertib di TP2CI SL 73
- Penanggung jawab konsumsi kegiatan Ibu Ekhsanti
Hubungi lebih lanjut





