Kesibukan di tepian Sungai Pusungnge, Kabupaten Bone, kini memiliki irama yang berbeda. Bagi Herman dan anggota Kelompok Harapan Baru, aroma gurih udang dan kepiting yang mereka olah bukan lagi sekadar pelengkap makan siang, tetapi telah menjadi bagian dari sumber penghidupan yang mereka bangun dengan tekun.
Keunikan produk mereka berawal dari upaya memanfaatkan bahan baku lokal. Setiap anggota terlibat langsung dalam menyediakan dan mengolah daging udang serta kepiting segar hasil tangkapan setempat. Dengan demikian, mereka dapat menjaga kualitas bahan baku sekaligus mempertahankan cita rasa produk dari proses awal hingga menjadi produk siap jual.
Namun, perjalanan kelompok ini tidak selalu berjalan mulus. Pada awal pengembangan usaha, mereka menghadapi tantangan dalam memasarkan produk. Meskipun memiliki produk berkualitas, keterbatasan akses pasar menjadi salah satu kendala utama. Karena itu, pendampingan dari Land4Lives kemudian membantu kelompok memperbaiki berbagai aspek usaha. Mereka mulai membenahi kemasan agar lebih profesional, higienis, dan menarik. Selain itu, kelompok juga mulai menerapkan pengelolaan usaha yang lebih tertata, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Produk kerupuk mereka berhasil menembus pasar supermarket dan diperkenalkan dalam berbagai kesempatan di tingkat nasional. Kepercayaan diri kelompok semakin meningkat setelah mereka dinyatakan lolos dalam Program Pengembangan UMKM REWAKO dari Bank Indonesia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk berbahan baku lokal dari Pusungnge memiliki kualitas dan potensi untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Seiring berkembangnya usaha, kapasitas produksi kerupuk juga terus meningkat. Saat ini, kelompok mampu menghasilkan sekitar 300 buah kerupuk dalam satu kali produksi.
Herman mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang diraih bersama anggota kelompoknya.
"Kami percaya bahwa potensi lokal, jika dikelola dengan hati dan ilmu, tidak akan pernah mengecewakan. Lolosnya kami dalam program REWAKO adalah bukti bahwa doa dan kerja keras seluruh anggota kelompok akhirnya membuahkan hasil," ungkapnya.
Kini, setiap kemasan kerupuk yang dihasilkan Kelompok Harapan Baru bukan sekadar camilan renyah. Di dalamnya terdapat cerita tentang kerja keras, pembelajaran, dan keberanian masyarakat pesisir dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Dari tepian Sungai Pusungnge, Kelompok Harapan Baru membuktikan bahwa keterbatasan lokasi bukanlah penghalang untuk mengembangkan usaha. Dengan memanfaatkan bahan baku lokal, meningkatkan kualitas produk, dan terus belajar, mereka perlahan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat desa.
