Bulutana: Sentra pengembangan agroforestri kakao, kelapa, dan sayuran

Profil Sub-Lanskap

Tentang Bulutana

Bulutana terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mencakup wilayah seluas ±5.927 hektare yang tersebar di Kecamatan Lappariaja, Ponre, dan Bengo. Lanskap ini berada di bagian tengah DAS Bila-Walanae dengan dominasi area penggunaan lain (APL) serta tutupan hutan yang masih cukup signifikan, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung penghidupan masyarakat.

±5.927 Ha
Luas wilayah
3 Kecamatan
Lappariaja, Ponre & Bengo
Tengah
DAS Bila-Walanae

Sebagian besar masyarakat di Bulutana menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan, tetapi kondisi sosial ekonomi masyarakat masih menghadapi keterbatasan akses. Selain itu, lanskap Bulutana menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain:

Tantangan Utama

Praktik pertanian yang belum berkelanjutan, termasuk dominasi jagung monokultur yang memicu degradasi tanah dan penurunan produktivitas

Alih fungsi lahan dan kondisi topografi perbukitan yang meningkatkan risiko erosi dan longsor

Pemilihan komoditas yang kurang sesuai dengan kondisi lahan sehingga hasil produksi tidak optimal

Tekanan terhadap kawasan hutan, termasuk keberadaan permukiman di dalam kawasan dan potensi konflik pengelolaan

Keterkaitan antara penurunan kualitas lingkungan, ketahanan pangan, dan tingginya risiko stunting

Untuk mewujudkan bentang lahan Bulutana yang lestari, berdaya saing, dan inklusif, beberapa strategi utama yang dikembangkan meliputi:

Strategi Pengembangan

Penguatan konservasi dan pengelolaan sumber daya air

Pengurangan risiko longsor melalui rehabilitasi lahan dan penerapan agroforestri

Peningkatan produktivitas kakao dan komoditas unggulan berbasis praktik berkelanjutan

Pengembangan pertanian padi organik

Optimalisasi potensi ekowisata berbasis hutan pinus

Strategi dan Target

STRATEGI-1

Menjaga ketersediaan air terutama pada saat kemarau panjang

Tersedianya air pada musim kemarau dengan dibangunnya 4 embung di 4 mata air, 6 embung di 6 desa, dan reboisasi minimal 50 Ha/desa dengan tanaman bernilai ekonomi tinggi sampai tahun 2030.
Konservasi

STRATEGI-2

Meminimalisir daerah rawan bencana longsor akibat alih fungsi lahan

Pengurangan daerah rawan longsor di 2 desa sebanyak 50% atau seluas 100 Ha melalui agroforestry dan Konservasi Tanah dan Air (KTA) pada tahun 2030.
Konservasi

STRATEGI-3

Peningkatan produksi kakao untuk memenuhi standar dan permintaan ekspor

Peningkatan kapasitas petani sebanyak 60 kelompok tani mengenai penerapan Praktik Pertanian Baik dan penanganan pasca panen kakao berstandar ekspor pada tahun 2030.
Pemanfaatan berkelanjutan

STRATEGI-4

Optimalisasi produktivitas sawah untuk menghasilkan produk padi organik

Peningkatan adopsi pertanian organik sebesar 20% dan peningkatan produktivitas padi organik yang dapat bersaing dengan anorganik (4–6 ton) di 6 desa pada tahun 2030.
Pemanfaatan berkelanjutan

STRATEGI-5

Optimalisasi potensi wisata alam pinus untuk menarik kunjungan wisatawan

Pengembangan 4 potensi wisata menjadi obyek ekowisata yang mampu menarik kunjungan 5.000 orang per tahun pada tahun 2030.
Pemanfaatan berkelanjutan

Lebih lanjut tentang Kahu, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 67]

Paket Belajar

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam mewujudkan visinya, TP2CI SL 67 – Bulutana menawarkan tema kunci berikut, dengan dua paket belajar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Tema Kunci

“Sentra pengembangan agroforestri kakao, kelapa, dan sayuran untuk peningkatan kesejahteraan petani di Bone”

  • Pengaturan jarak tanam
  • Pemilihan jenis tanaman utama dan tanaman sela
  • Pemilihan tanaman naungan/pelindung
  • Penanaman
  • Pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakit
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Penjelasan kebun dapur dan manfaatnya
  • Pemilihan jenis tanaman
  • Pemeliharaan
  • Panen dan penyimpanan
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas

Tim Kerja

Cerita

Selama empat tahun terakhir, para petani pelopor di Bulutana aktif belajar, bereksperimen, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui berbagai pengalaman di lapangan. Berikut kisah-kisah mereka:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di kebun kami dengan ketentuan pengajuan kunjungan sebagai berikut:

  • Peserta setiap kelompok yang berkunjung minimal 10 orang
  • Kegiatan kunjungan dikoordinasikan kepada Koordinator Tim Inti selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
  • Pembayaran uang muka sebesar 30% dari total 4 hari sebelum kegiatan, melalui Transfer/Tunai ke Ayu Andira
  • Menaati tata tertib di TP2CI SL 67

Hubungi lebih lanjut

Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Budi Daya Kakao Cerdas Iklim dan Inklusif Gender

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Budidaya Pohon Penaung Kakao dan Kopi

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur: Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.