Oekita: Pertanian ramah lingkungan di lahan kering Timor Tengah Selatan

Tentang Oekita

Oekita merupakan akronim dari Oenino, Ki’e, dan Amanuban; karena wilayah lanskap ini meliputi sebagian besar Kecamatan Kie dan Oenino, serta sebagian kecil Kecamatan Amanuban di bagian tengah Kabupaten Timor Tengah Selatan. Dalam arti lain, ‘oe’ berarti ‘air’, sehingga Oekita memiliki makna ‘air kita’, menggambarkan betapa pentingnya air dan kaitan erat masyarakat dengan air di lanskap ini.

Dengan luas wilayah 5.192 ha, wilayah ini sebagian besar merupakan kawasan hutan produksi (61,4%) dan kawasan APLnya (38,6%) dikelola sebagai lahan pertanian dan kebun campur. Dengan kekayaan alamnya yang melimpah, terdapat beberapa isu penting, diantaranya:

  • Praktik pertanian yang tidak berkelanjutan, mengandalkan pembukaan lahan hutan dan praktik tebas bakar
  • Kondisi tanah dan iklim yang rawan kekeringan
  • Sulitnya akses dalam memasarkan hasil pertanian
  • Ancaman tanah longsor dan kebakaran hutan

Dalam mewujudkan visi pengelolaan bentang lahan yang berkelanjutan, Lanskap Oekita memiliki beberapa strategi, yaitu:

  • Pengembangan pertanian cerdas iklim
  • Konservasi tanah-air dan rehabilitasi hutan dan lahan
  • Pemanfaatan Kawasan Hutan melalui peningkatan akses Perhutanan Sosial
  • Penguatan rantai nilai produk strategis secara berkelanjutan

Strategi dan Target
Pertanian Cerdas Iklim

STRATEGI-1

Pengembangan pertanian cerdas iklim

Dengan kondisi lahan yang tidak stabil, rawan kekeringan saat kemarau serta banjir & longsor pada musim hujan, areal pertanian di OEKITA perlu dikelola dengan pertanian cerdas iklim
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi Tanah Air

STRATEGI-2

Konservasi tanah-air dan RHL

Dengan kelerengan 25% dan kondisi ketersediaan air yang tidak stabil, diperlukan intervensi konservasi tanah-air dan rehabilitasi hutan dan lahan
Konservasi
Restorasi
Perhutanan Sosial

STRATEGI-3

Pemanfaatan Kawasan Hutan melalui peningkatan akses Perhutanan Sosial

Dengan luas kawasan hutan yang cukup dominan (61%), terdapat potensi pemanfaatan hutan melalui peningkatan akses perhutanan sosial
Pemanfaatan berkelanjutan
Penguatan Rantai Nilai

STRATEGI-4

Penguatan rantai nilai produk strategis secara berkelanjutan

OEKITA memiliki potensi hasil pertanian dan HHBK yang baik, namun masih memiliki kesulitan untuk memasarkan
Pemanfaatan berkelanjutan

Lebih lanjut tentang Oekita, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 48]

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam upaya mewujudkan visinya, TP2CI Oenino menawarkan tema kunci pembelajaran:

“Tempat Belajar Praktik Pertanian Ramah Lingkungan untuk Pertanian Berkelanjutan”

dengan paket belajar:

PAKET 1: Pemanfaatan bahan-bahan di sekitar kita untuk pestisida nabati dan pupuk organik


  • Membuat dan menggunakan pestisida nabati dari bahan-bahan di sekitar
  • Membuat dan menggunakan pupuk organik padat dan cair dari bahan-bahan di sekitar
PAKET 2: Tata kelola air untuk pertanian

  • Membuat, memasang, dan menggunakan irigasi tetes
  • Membuat jebakan air berupa embung mini, kolam, dan rorak
PAKET 3: Praktik pertanian tanpa bakar

  • Membersihkan lahan dengan cara pelapukan sisa limbah kebun menggunakan agen pengurai jamur
PAKET 4: Aneka produksi dan pengelolaan paska panen komoditas unggulan

  • Membuat produk olahan dari hasil panen di kebun
  • Mengemas produk olahan hingga siap jual
  • Memetakan pasar dan memasarkan produk di sekitar
  • Mengembangkan modal usaha agar berkelanjutan
PAKET 5: Praktik agroforestri yang cerdas iklim

  • Menentukan jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat
  • Membuat rumah pembibitan pohon dan memperbanyak tanaman secara vegetatif
  • Merawat bibit di rumah pembibitan
  • Mengatur jarak dan pola tanam agroforestri di lahan
  • Membuat bedengan kunci untuk tanaman sayuran
  • Menerapkan praktik pertanian yang baik dalam masa pemeliharaan dan pemanenan hasil

Tim Kerja

Cerita

Selama 4 tahun terakhir, para petani pelopor di Oekita telah mempelajari, mengalami, mencoba, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim. Simak kisah-kisahnya:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di lokasi kami dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Setiap kunjungan dikenakan biaya kontribusi Rp 200.000,- per paket belajar untuk minimal 10 orang pengunjung.
  • Jika pengunjung lebih dari 10 orang, terdapat penambahan 10% biaya per orang.
  • Pengunjung di bawah 10 orang tetap dikenakan biaya kunjungan minimal yaitu Rp 200.000,-.
  • Jika mengambil lebih dari 1 paket belajar, biaya kontribusinya dikenakan kelipatannya.
  • Kegiatan kunjungan wajib dikoordinasikan dengan Koordinator Tim Inti minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.
  • Pemesanan kunjungan disertai dengan pembayaran uang muka (DP) sebesar 50% dari total biaya.

Hubungi lebih lanjut


Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Prinsip Penerapan Pertanian Cerdas Iklim di Lahan Kering Nusa Tenggara Timur

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Pembuatan dan Penggunaan Pestisida Nabati Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat
Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.