Mutis: Pusat belajar komoditas kacang tanah, porang, sayuran, dan pengolahan madu hutan

Tentang Mutis

Sub-lanskap Mutis terletak di bagian utara Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, mencakup sebagian besar wilayah Taman Nasional Mutis Timau (61,5%). Area lainnya (APL) meliputi Kecamatan Fatumnasi dan Nunbena yang mengandalkan pertanian umbi-umbian, kacang-kacangan, dan pemanfaatan madu hutan.

Wilayah seluas 19.927,4 ha ini sebagian besar didominasi oleh tutupan hutan dengan jenis Ampupu dan cemara gunung yang tumbuh alami. Keadaannya berbukit dan bergunung, dengan kemiringan yang curam.

Permasalahan umum di wilayah ini adalah kekeringan ketika musim kemarau, longsor ketika musim hujan, serta praktik ladang berpindah dan tebas bakar yang dilakukan ketika membuka lahan untuk pertanian. Selain itu, isu stunting dan kemiskinan ekstrem juga menjadi masalah tersendiri.

Untuk mewujuakan visi bentang lahan Mutis yang lestari dan berkeadilan menuju masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berbudaya, lanskap ini memilik beberapa strategi, yaitu:

  • penguatan pengelolaan kemitraan konservasi
  • rehabilitasi hutan berbasis agroforestri dan kearifan lokal untuk perlindungan dan pemanfaatan sumber daya air
  • pengembangan produk komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu dan pertanian

Strategi dan Target
Pertanian Cerdas Iklim

STRATEGI-1

Penguatan Pengelolaan Kemitraan Konservasi

Pengelolaan konservasi di Mutis merupakan upaya kolaboratif dari berbagai pihak. Upaya ini perlu diperkuat dengan pendampingan masyarakat, penguatan kapasitas lembaga adat, patrol dan penguatan regulasi.
Konservasi
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi Tanah Air

STRATEGI-2

Rehabilitasi hutan berbasis agroforestri dan kearifan lokal untuk perlindungan dan pemanfaatan sumber daya air

Perlu dilakukan pemulihan pada area perladangan berpindah dan tebas bakar agar tidak semakin terdegradasi. Selain itu, perlu berbagai upaya perlindungan dan pemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan, seperti penanaman di sempadan sungai, terasering, hingga penguatan regulasi.
Restorasi
Konservasi
Perhutanan Sosial

STRATEGI-3

Pengembangan produk komoditas unggulan hasil hutan bukan kayu dan pertanian

Potensi hasil hutan dan pertanian di Mutis dapat diperkuat dengan adanya peningkatan kapasitas BUMDes, pemasaran yang lebih luas, sertifikasi, pengembangan kapasitas pengolah, hingga peningkatan akses pada pendanaan inovatif.
Pemanfaatan berkelanjutan

Lebih lanjut tentang Mutis, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 49]

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam upaya mewujudkan visinya, TP2CI Mutis menawarkan tema kunci pembelajaran:

“Pusat belajar komoditas kacang tanah, porang, sayuran, dan pengolahan madu hutan

dengan paket belajar:

PAKET 1: Budi daya porang, kacang tanah, dan sayuran dengan ramah lingkungan dan berkualitas

Materi yang dipelajari:

  • Budi daya porang dan pengolahannya
  • Budi daya kacang dan pemanenannya
  • Budi daya sayuran
  • pupuk organik dan pestisida nabati

Durasi: 4 x 60 menit

Harga Paket: Rp 500.000-Rp 700.000

PAKET 2: Pengolahan kacang tanah untuk produk turunan

Materi yang dipelajari:

  • Pemilihan kacang tanah yang baik
  • Cara pengolahan dan praktik pengemasan produk turunan kacang, bawang, kacang telur, kacang disko, henting gula, dan rempeyek

Durasi: 60 menit

Harga Paket: Rp 500.000

PAKET 3: Pengelolaan agroforestri cerdas iklim

Materi yang dipelajari:

  • Pembibitan
  • Jarak tanam
  • Irigasi tetes bambu

Durasi: 120 menit

Harga Paket: Rp 700.000

PAKET 4: Pengolahan madu alam dan produk turunan yang bernilai ekonomi

Materi yang dipelajari:

  • Pengambalian Madu dan pengolahan madu alam (penyaringan madu)
  • Cara pengemasan madu alam (memasukan ke botol dan pemberian label, segel, dan pengepakan
  • Cara pengolahan produk turunan (lilin, bree brad)

Durasi: 60 menit

Harga Paket: Rp 500.000

Tim Kerja

Cerita

Selama 4 tahun terakhir, para petani pelopor di Mutis telah mempelajari, mengalami, mencoba, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim. Simak kisah-kisahnya:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di lokasi kami dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Setiap kunjungan dikenakan biaya kontribusi berkisar Rp 500.000-Rp 700.000,- per paket belajar untuk minimal 10 orang pengunjung
  • Kegiatan kunjungan dikoordinasikan dengan Koordinator Tim Inti minimal 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
  • Pemesanan kunjungan disertai dengan pembayaran uang muka sebesar 30% dari total biaya, maksimal 1 minggu sebelum kegiatan dimulai
  • Jika anggaran untuk kunjungan Anda saat ini terbatas, kami menawarkan penyesuaian harga dengan pengurangan fasilitas cinderamata
  • Jika ingin berkunjung saja secara perseorangan, tidak ada ketentuan untuk pembayaran paket pembelajaran. Anda dapat langsung menghubungi tim inti.

Hubungi lebih lanjut

Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Prinsip Penerapan Pertanian Cerdas Iklim di Lahan Kering Nusa Tenggara Timur

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Pembuatan dan Penggunaan Pestisida Nabati Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pembuatan dan Penggunaan Pupuk Organik untuk Mendukung Pertanian Cerdas Iklim

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat
Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.