KPH Lalan Mendis: Sentra Pembelajaran Pertanian Cerdas Iklim Terpadu

Profil Sub-Lanskap

Tentang Mangsang-Sukadamai

Pusat pembelajaran pertanian cerdas iklim terpadu.

Sublanskap-2 merupakan bagian dari wilayah kerja Resor Mangsang dan berbatasan langsung dengan Suaka Margasatwa Bentayan, kawasan konservasi yang memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah. Posisi strategis tersebut menjadikan Sublanskap-2 sebagai kawasan penyangga yang berkontribusi terhadap keberlanjutan fungsi ekologis sekaligus mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.

±17.049 Ha
Luas wilayah
2 Desa
Mangsang & Sukadamai
2 Kecamatan
Bayung Lencir & Tungkal Raya
KPHP
Lalan Mendis

Desa Mangsang dan Desa Sukadamai terletak di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. Sublanskap-2 Mangsang-Sukadamai memiliki luas sekitar 17.049 hektare yang tersebar di Kecamatan Bayung Lencir dan Kecamatan Tungkal Raya. Secara keseluruhan wilayah ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Lalan Mendis.

Di balik potensi ekologis dan kekayaan sumber dayanya, Mangsang-Sukadamai masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengelolaan lanskap secara berkelanjutan, antara lain:

Tantangan Utama

Sebagian masyarakat masih melakukan aktivitas pertanian di dalam kawasan hutan yang dikelola oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)

Posisi Sublanskap-2 berada di antara berbagai fungsi dan pemanfaatan kawasan, yaitu Ekosistem Gambut Lindung, Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan kelapa sawit, Suaka Margasatwa Bentayan, serta area berizin pertambangan, sehingga menuntut pengelolaan ruang yang terintegrasi dan harmonis

Hingga saat ini, khususnya di Desa Mangsang, belum terdapat izin Perhutanan Sosial yang diterbitkan sehingga akses legal masyarakat terhadap kawasan hutan masih terbatas

Pemahaman masyarakat mengenai batas kawasan hutan dan mekanisme pengelolaan lahan sesuai peraturan perundang-undangan masih perlu ditingkatkan, sehingga berpotensi menimbulkan pengelolaan lahan yang tidak sesuai ketentuan

Keterbatasan jumlah tenaga pendamping dari KPH maupun Pemerintah Desa menyebabkan sosialisasi, pendampingan, dan edukasi kepada masyarakat belum optimal

Masih diperlukan penataan batas kawasan hutan produksi serta inventarisasi potensi wilayah sebagai dasar pengembangan area Perhutanan Sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan

Pendekatan Jangka Benah dalam optimalisasi Perhutanan Sosial menjadi alternatif solusi untuk memberikan akses kelola yang legal kepada masyarakat desa hutan di dalam Kawasan Hutan Produksi KPHP Lalan Mendis, sekaligus mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan

Meskipun demikian, lanskap ini memiliki peluang yang besar untuk dikembangkan melalui pendekatan pengelolaan bentang lahan yang terintegrasi. Letak yang strategis di antara kawasan konservasi, hutan produksi, ekosistem gambut, serta wilayah pemanfaatan lainnya menjadi potensi untuk membangun sinergi antarpemangku kepentingan dalam menjaga keseimbangan antara fungsi ekologis, sosial, dan ekonomi.

Visi Lanskap

“Terwujudnya pengelolaan Sub-bentang lahan yang berkelanjutan dan mendorong pemanfaatan sumber daya hutan secara efektif yang memberikan manfaat terhadap masyarakat”

Untuk mewujudkan visi tersebut, beberapa strategi utama yang dikembangkan di Mangsang-Sukadamai meliputi:

Strategi Pengembangan

Pengembangan multiusaha kehutanan berbasis agroforestri

Penguatan tata kelola kelembagaan

Penguatan kapasitas hak akses di kawasan hutan melalui peningkatan pemahaman masyarakat dan penguatan pendampingan dalam pengelolaan lahan sesuai ketentuan

Mitigasi risiko kebakaran lahan

Strategi Pengelolaan dan Capaian Dambaan

STRATEGI-1

Pengembangan Multiusaha Kehutanan

Wilayah Sub-Lanskap 2 Mangsang-Sukadamai memiliki potensi dalam pengembangan Multiusaha Kehutanan berbasis Agroforestri pada area Izin Perhutanan Sosial yang telah terbit.
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi
Restorasi bentang lahan

STRATEGI-2

Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

Pengetahuan masyarakat pada tata kelola kelembagaan perlu dikuatkan sebagai upaya memaksimalkan sumber daya lahan yang dimiliki, yaitu bagaimana kelompok dibentuk, bekerja, mengambil keputusan, dan membangun legitimasi.
Pemanfaatan berkelanjutan

STRATEGI-3

Penguatan Kapasitas Hak Akses di Kawasan Hutan

Masyarakat desa hutan perlu mendapatkan informasi dan pendampingan untuk mengetahui akses yang tersedia dalam pengelolaan lahan di kawasan hutan.
Pemanfaatan berkelanjutan

STRATEGI-4

Mitigasi Risiko Kebakaran Lahan

Dalam waktu tertentu, risiko kebakaran lahan dapat memengaruhi aktivitas dan pendapatan masyarakat. Oleh sebab itu, upaya mitigasi diperlukan untuk menjaga kestabilan penghidupan masyarakat desa hutan.
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi
Restorasi bentang lahan

Lebih lanjut tentang Bontocani, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 2]

Paket Belajar

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam mewujudkan visinya, TP2CI Mangsang-Sukadamai menawarkan tema kunci berikut, dengan lima paket belajar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Tema Kunci

“Sentra Pembelajaran Pertanian Cerdas Iklim Terpadu”

  • Pemilihan dan pengenalan jenis tanaman
  • Pengaturan jarak tanam
  • Praktik penanaman
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Perbanyakan benih sayur
  • Budidaya sayuran organik
  • Pemanfaatan lahan pekarangan
  • Penanganan hama dan penyakit
  • Pemupukan dasar
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Pengenalan metode perbanyakan vegetatif
  • Praktik perbanyakan tanaman
  • Pemilihan entres unggul
  • Perawatan setelah perbanyakan
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Pengenalan manfaat pupuk organik
  • Identifikasi bahan baku alternatif pembuatan pupuk organik
  • Cara pembuatan dan pengaplikasian pada tanaman
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Pengenalan pakan alternatif (maggot)
  • Teknik budidaya maggot
  • Perawatan dan pengembangan
  • Pemanenan maggot
  • Aplikasi pemberian pada ikan
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas

Tim Kerja

Cerita

Selama empat tahun terakhir, para petani pelopor di Mangsang-Sukadamai aktif belajar dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui berbagai pengalaman di lapangan. Berikut kisah-kisah mereka:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di kebun kami dengan ketentuan pengajuan kunjungan sebagai berikut:

  • Peserta kunjungan minimal 10 orang, maksimal 30 orang
  • Kegiatan kunjungan dikoordinasikan kepada Tim inti selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan kunjungan
  • Pembayaran dapat dilakukan +/- 7 hari sebelum tanggal kunjungan, dengan membayar DP 50%
  • Menaati tata tertib di TP2CI SL 2

Hubungi lebih lanjut

Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur: Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.