Kahu: Pusat pengembangan pertanian peternakan terpadu unduk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berkelanjutan

Profil Sub-Lanskap

Tentang Kahu

Kahu terletak di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, mencakup wilayah seluas 7.786 hektare yang tersebar di Kecamatan Kahu dan Patimpeng. Lanskap ini merupakan bagian hulu DAS Walanae yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan air serta mendukung aktivitas pertanian, perkebunan, dan peternakan di wilayah sekitarnya.

7.786 Ha
Luas wilayah
14 Desa
Kec. Kahu & Patimpeng
Hulu
DAS Walanae
Irigasi
Teknis, pertanian & peternakan

Didominasi oleh area pertanian dan peternakan dengan dukungan irigasi teknis, Kahu menjadi ruang hidup bagi 14 desa yang sebagian besar menggantungkan penghidupan pada produktivitas lahan dan keberlanjutan sumber daya air. Namun demikian, lanskap Kahu masih menghadapi sejumlah tantangan strategis, antara lain:

Tantangan Utama

Aktivitas tambang ilegal yang merusak kualitas mata air, lingkungan, dan infrastruktur

Pencemaran sungai akibat limbah rumah tangga, pasar, dan peternakan yang menurunkan kualitas air

Risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, hama, serta praktik pertanian yang belum berkelanjutan

Alih fungsi lahan dan meningkatnya tekanan terhadap akses lahan bagi petani lokal

Untuk mewujudkan bentang lahan Kahu yang asri, produktif, dan berkelanjutan, beberapa strategi utama yang dikembangkan meliputi:

Strategi Pengembangan

Pengembangan sistem pertanian terpadu berbasis praktik cerdas iklim

Peningkatan akses lahan melalui perhutanan sosial

Perlindungan dan restorasi sumber daya air

Pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai sumber ekonomi alternatif

Strategi dan Target

STRATEGI-1

Pengembangan pertanian terpadu

Dalam kurun waktu 10 tahun, seluas 4.500 ha lahan pertanian, perikanan dan peternakan dikelola melalui praktik cerdas iklim dan sirkuler.
Pemanfaatan berkelanjutan

STRATEGI-2

Peningkatan akses lahan melalui Perhutanan Sosial

Terdapat peningkatan akses lahan perhutanan sosial seluas 180 ha pada tahun 2030.
Pemanfaatan berkelanjutan
Konservasi
Restorasi

STRATEGI-3

Perlindungan dan restorasi sumber daya air

Pada tahun 2035, pengelolaan ruang dan aktivitas sempadan sungai dan regenerasi spesies asli dapat menurunkan kadar pencemaran kotoran ternak dan limbah hingga 30%.
Konservasi
Restorasi

STRATEGI-4

Pengembangan komoditas hasil hutan bukan kayu

Pada tahun 2030, seluas 400 ha kawasan hutan produksi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk dikembangkan komoditas HHBK berupa gula aren dan madu hutan sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar 25%.
Pemanfaatan berkelanjutan

Lebih lanjut tentang Kahu, bisa dibaca di: [Dokumen Taklimat SL 10]

Paket Belajar

Tema Kunci dan Paket Belajar

Dalam mewujudkan visinya, TP2CI SL 10 Kahu menawarkan tema kunci berikut, dengan tiga paket belajar yang bisa dipilih sesuai kebutuhan.

Tema Kunci

“Kahu sebagai pusat pengembangan pertanian peternakan terpadu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yang berkelanjutan”

  • Pengaturan jarak tanaman
  • Pemilihan jenis tanaman utama dan tanaman sela
  • Pemilihan tanaman naungan
  • Penanaman
  • Pemeliharaan dan pengendalian hama dan penyakit
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Penjelasan kebun dapur dan manfaatnya
  • Pemilihan jenis tanaman
  • Pemeliharaan
  • Panen dan penyimpanan
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas
  • Pemilihan lokasi pembibitan
  • Penentuan jenis tanaman
  • Pembuatan rumah pembibitan
  • Penyemaian benih
  • Perawatan bibit
  • Penyambungan dengan klon unggul
Fasilitas Materi pembelajaran Narasumber Alat dan bahan Uang kas

Tim Kerja

Cerita

Selama empat tahun terakhir, para petani pelopor di Kahu aktif belajar, bereksperimen, dan menerapkan praktik pertanian cerdas iklim melalui berbagai pengalaman di lapangan. Berikut kisah-kisah mereka:

Lokasi Kami

Kunjungi Kami

Anda dapat belajar langsung di kebun kami dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Peserta kunjungan minimal 10 orang
  • Kegiatan kunjungan dikoordinasikan kepada Koordinator Tim Inti selambat-lambatnya 2 minggu sebelum pelaksanaan kegiatan
  • Pembayaran uang muka sebesar 30% dari total 4 hari sebelum kegiatan, melalui Transfer/Tunai ke Koordinator Utama
  • Menaati tata tertib di TP2CI SL 10

Hubungi lebih lanjut

Galeri

Bahan Ajar Terkait

Preview Dokumen

Pedoman Budi Daya Kakao Cerdas Iklim dan Inklusif Gender

Lihat
Preview Dokumen

Pedoman Budidaya Pohon Penaung Kakao dan Kopi

Lihat
Preview Dokumen

Teknik Perbanyakan Vegetatif

Lihat
Preview Dokumen

Pembuatan dan Pengelolaan Pembibitan Tanaman

Lihat
Preview Dokumen

Panduan Pengelolaan Kebun Dapur: Sumber Pangan dan Gizi Keluarga

Lihat

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.