Nusa Tenggara Timur

Sub-Lanskap

TP2CI di Nusa Tenggara Timur

Nusa Tenggara Timur, terutama Pulau Timor, memiliki karakteristik biofisik khas dengan iklim yang relatif lebih kering. Tantangan utamanya adalah sumber daya air; banjir ketika musim hujan, dan kekeringan ketika musim kemarau, menyebabkan pilihan untuk pengelolaan lahan menjadi terbatas.

Tantangan lainnya adalah kejadian erosi lahan, kesuburan lahan yang rendah, serta periode musim tanam yang pendek. Oleh karena itu, upaya adaptasi menjadi sorotan utama.

Lokasi Tapak

Saat ini, TP2CI di Nusa Tenggara Timur terletak di dua bentang lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Noelmina dan Benain, yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Upaya Cerdas Iklim yang Didorong

Di level tapak, berikut praktik-praktik yang didorong di Nusa Tenggara Timur:

01

Penerapan lahan menetap dengan sistem agroforestri (mamar) dengan metode pembakaran yang minimal

02

Pemanfaatan limbah sekitar untuk pupuk organik dan pestisida nabati

03

Seleksi bibit dan perbanyakan tanaman secara vegetatif untuk pengkayaan jenis pohon multifungsi di lahan pertanian

04

Integrasi tanaman kayu, tanaman buah, hewan ternak, dan budi daya ikan air tawar

05

Pemanfaatan hasil lahan dan produk turunannya untuk alternatif penghidupan

06

Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu di kawasan sekitar hutan

07

Instalasi irigasi tetes, embung sederhana, jebakan air, dan pemanfaatan air di lahan pertanian yang berkelanjutan sepanjang tahun

08

Pengembangan kebun dapur pekarangan dan rumah benih untuk ketahanan pangan dan gizi rumah tangga

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.