Sulawesi Selatan

TP2CI di Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan memiliki karakteristik biofisik yang khas dengan bentang lahan yang unik yang didominasi oleh praktik pertanian intensif yang berfokus pada tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Secara iklim, wilayahnya banyak dipengaruhi oleh karakteristik iklim lokal yang berbeda dengan iklim di Indonesia bagian barat; tidak terlalu basah, juga tidak terlalu kering, sehingga upaya mitigasi dan adaptasi dilakukan beriringan.

Saat ini, TP2CI di Sulawesi Selatan terletak di bentang lahan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bila Walanae yang masuk wilayah administrasi Kabupaten Bone; membentang dari bagian hulu di Bontocani hingga bagian hilir di pesisir Cenrana.

Di level tapak, upaya-upaya cerdas iklim di Sulawesi Selatan yang didorong, di antaranya:

  • Pengembangan dan peremajaan agroforestri kakao dengan pendekatan multiklon yang tahan iklim
  • Integrasi sistem pertanian, peternakan, dan budi daya ikan air tawar
  • Pengembangan kebun dapur pekarangan dan rumah benih tanaman sayuran untuk ketahanan pangan dan gizi
  • Pembibitan berbasis masyarakat untuk pengkayaan jenis pohon di lahan monokultur
  • Pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan produk turunannya di wilayah sekitar hutan
  • Pengembangan produk olahan hasil kebun agroforestri
  • Pemanfaatan bahan organik di sekitar untuk pupuk dan pestisida nabati
  • Pemanfaatan kotoran kelelawar yang berkelanjutan untuk pupuk organik berbasis guano
  • Budi daya tambak silvofishery polikultur dan mina padi di wilayah pesisir
  • Pengolahan produk olahan hasil tambak air payau di wilayah pesisir

Saat ini, TP2CI di Sulawesi Selatan terletak di

Cart (0 items)

ruang belajar kolaboratif yang menghadirkan contoh nyata praktik pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan agrobisnis berkelanjutan. Mari jelajahi solusi-solusi inovatif dalam menghadapi perubahan iklim langsung dari sumbernya.